Apa Ya Hukumnya Menjodohkan Orang Menurut Islam?

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 614 2246866 apa-ya-hukumnya-menjodohkan-orang-menurut-islam-Hc00LL2yxI.jpg Ilustrasi (Foto: Donfranciscohotel)

SALAH satu ikhtiar dalam mencari pasangan hidup adalah dijodohkan. Bisa melalui keluarga hingga teman, seseorang yang baik akhlaknya, ibadah, pekerjaan, hingga keturunannya.

"Menjodohkan merupakan upaya dan ikhtiar mencari yang terbaik dan pantas, sesuai dengan harapan kita, harapan calon, khususnya harapan Allah, sesuai dengan agama," kata Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Ustadz Ainul mengatakan, hukum menjodohkan adalah sunah apalagi niatnya ibadah, dan mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Sunah hukumnya, menjodohkan pasangan dengan niat beribadah dan dalam rangka mencegah keburukan maksiat dalam rangka mempermudah memperoleh pasangan yang baik dan benar sesuai agama," ujarnya.

Baca juga: Hijaber Cantik ini Viral karena Keunikan Namanya

Allah Ta'ala berfirman:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: "Nikahkahlah orang yang bujangan di antara kalian serta orang baik dari budak kalian yang laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui," (QS. An-Nur: 32).

Kemudian, ungkapan jodoh adalah cerminan diri juga dijelaskan di dalam Alquran. Maka sudah seharusnya seseorang memantaskan diri lebih dulu, jika belum bertemu dengan jodoh yang diharapkan.

Allah kembali berfirman:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Artinya: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)" (QS. An-Nur: 26).

"Allah memberikan peluang setiap hamba-Nya, berikhtiar dan berusaha mencari yang terbaik untuk dirinya," pungkas Ustadz Ainul.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini