Dear Para Santri, Tetap Patuhi Protokol Ketat di Pesantren

Rabu 15 Juli 2020 22:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 614 2247082 dear-para-santri-tetap-patuhi-protokol-ketat-di-pesantren-ggZQV8dGbw.JPG ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

MESKI sudah memasuki era new normal, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah tetap menekankan kepada segenap civitas pesantren di wilayah itu agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat demi mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

“Pesantren jangan jadi klaster baru penyebaran virus corona atau Covid-19. Jadi harus benar-benar diterapkan protokol kesehatan,” kata Wakil Bupati Temanggung, Ibnu Heri Wibowo, mengutip KRjogja, Rabu (15/7/2020).

Menurutnya, pesantren yang sudah mulai aktif dalam pembelajaran harus turut mendukung Temanggung menuju zona hijau. Caranya, dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak, harus ada sirkulasi udara di ruangan dan memakai masker.

Baca juga: Ini Lho Hukumnya Mengeringkan Air Bekas Wudhu di Tubuh

Sementara, Ketua PCNU Kabupaten Temanggung, KH Muhammad Furqon yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Prapak berujar bahwa pesantren adalah sebuah kaum yang sangat komunal dengan banyak santri berkumpul menjadi satu sehingga sangat rentan terhadap penularan Covid-19

“Kami dari pesantren berikhtiar mencegah pemaparan virus corona, dengan mematuhi semua aturan dari pemerintah,” kata Kiai Furqon.

Tim Gugus Tugas kata dia, telah memberikan bantuan pada pesantren berupa peralatan kesehatan seperti hand sanitizer, cairan disinfektan, masker, wastafel portable, thermogun dan sabun antiseptik.

Di lain pihak, Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Temanggung, Gotri Wijiyanto mengatakan, berdasarkan perkembangan terkini, terdapat ODP selesai pemantauan satu orang, ODP baru sebanyak 3 orang dan PDP baru 2 orang. Sedangkan pasien positif Covid-19 masih tetap satu dan belum ada penambahan.

“Kami masih menunggu 7 orang yang hasil PCR belum keluar. ODP saat ini ada 24 dan PDP 4 orang,” ujar Wijiyanto.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini