Sedang Sholat lalu Orangtua Memanggil, Ini yang Mesti Dilakukan

Jum'at 17 Juli 2020 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 614 2247774 sedang-sholat-lalu-orangtua-memanggil-ini-yang-mesti-dilakukan-ob7UlUvrlv.jpg Ilustrasi sholat. (Foto: Unsplash)

ORANGTUA memiliki peran penting dalam kehidupan seorang Muslim. Melalui ridha orangtua, maka Allah Subhanahu wa ta'ala juga akan memberikan ridha-nya. Artinya untuk meraih kebaikan di dunia dan akhirat harus mendapatkan terlebih dahulu kerelaan hati orangtua, setelah itu akan mendapat keberkahan Allah Ta'ala.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Artinya: "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: 'Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil'." (QS Al Isra: 24)

Baca juga: 10 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Islami Bermakna Salihah dan Cantik 

Mengutip dari Lirboyo, Jumat (17/7/2020), Islam sangat menekankan berbuat baik kepada orangtua. Sampai jika berani kepada mereka termasuk dosa besar, selevel dengan dosa syirik, memakan harta hasil riba, berzina, mencuri, dan setingkatnya.

Berbuat baik kepada orangtua, birrul walidain, sangat kompleks, yang tujuan utamanya adalah untuk mematuhi serta memuliakan keduanya, memenuhi panggilan dan kebutuhan mereka.

Dalam kitab-kitab turats ada keterangan yang memperkenakan sholat dibatalkan saat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memanggil, tentunya bagi orang-orang yang semasa dengan beliau.

Lalu bagaimana ketika yang memanggil kita itu orang tua? Apa kita batalkan saja sholat dan segera menghadap mereka? Mengingat kewajiban taat kepada mereka. Atau, diam?

Ada kisah teladan dari riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu tentang seorang pemuda Bani Israil yang rajin beribadah, suatu hari ibunya memiliki kebutuhan dan memanggil putranya, Juraij, dengan nama.

"Juraij!" panggil sang ibu.

Juraij yang sedang sholat berkata dalam hati, "Ya Tuhan, mana yang kudahulukan, sholat atau ibuku?"

Belum juga ia mengambil keputusan, ibunya memanggil yang kedua kalinya.

"Juraij!" terdengar nada kesal.

Juraij masih bimbang. "Ya Tuhan, mana yang kudahulukan, sholat atau ibuku?" Belum ada tindakan.

Mungkin karena ada kebutuhan penting, sang ibu memanggil yang ketiga kalinya.

"Juraij!" panggil ibunya dalam kondisi di puncak amarah.

Ia pun lepas kontrol berkata-kata menyumpahi Juraij, "Ya Allah, jangan sampai Juraij mati sebelum ia bertemu dengan pelacur (fitnah)."

Baca juga: Bolehkah Berkurban Sekaligus Niat Akikah? 

Sampai di sini, ada pelajaran berharga untuk orangtua utamanya ibu, doa mereka mustajab. Jangankan doa, ucapannya pun diamini malaikat.

Setiap kata yang keluar dari lisan terhadap anak hendaknya lebih berhati-hati agar sesuatu yang tidak diinginkan tidak terjadi. Banyak sekali cerita melegenda yang berkaitan dengan ini yang tidak asing di telinga.

Mungkin saja ibu Juraij tidaklah sengaja, ataupun tak berharap kata-katanya itu menjadi doa. Orangtua mana pun tidak akan pernah membenci anaknya. Pintu maaf mereka terhadap kesalahan anak sangatlah lebar terbuka.

Ilustrasi keluarga Muslim. (Foto: Freepik)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Doa ibu Juraij benar-benar terjadi, sekian waktu kemudian ada wanita tunasusila yang merelakan tubuhnya dijamah seorang penggembala domba, hingga ia mengandung.

Setelah perutnya membesar dan melahirkan, masyarakat menginterogasinya. Jabang bayi itu hasil hubungannya dengan siapa?

Baca juga: Yuk Perbanyak Baca Tahlil di Hari Jumat, Ini Keistimewaannya 

Wanita tadi mengatakan bahwa anak itu adalah hasil hubungan gelapnya dengan Juraij sang rajin ibadah.

Ketika massa mendekati Juraij di tempat ibadahnya, mereka mengamuk dan menghancurkan bangunan ibadah Juraij.

"Ada apa dengan kalian ini," tanya Juraij yang tidak tahu-menahu permasalahannya.

"Kau telah berzina dengan wanita itu. Dia sekarang telah melahirkan anakmu," jawab mereka.

"Mana anak itu?" tanya Juraij.

Ilustrasi sholat. (Foto: Istimewa)

Massa kemudian membawa anak tersebut kepada Juraij.

Setelah si anak dihadirkan, Juraij mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat. Usai sholat, ia mendatangi anak yang dituduhkan miliknya itu.

"Hei, bayi. Anak siapa kau?" tanya Juraij.

"Aku anak dari seorang penggembala domba," jawab bayi tersebut yang tiba-tiba bisa berbicara.

Seketika massa terhenyak, mereka banyak alasan. Bayi yang masih digendong itu sudah bisa berkata-kata.

Baca juga: Sudah Bernazar untuk Berkurban, Wajibkah Menunaikannya? 

Kisah ini betapa menunjukkan agungnya urusan kita kepada orangtua. Ketika kita berada pada posisi di atas, ketika sedang sholat lalu orangtua memanggil, menurut keterangan ulama tindakan yang kita ambil harus diperinci.

Kalau sedang sholat sunah, jika kita tidak menjawab panggilan mereka tidak marah, maka sempurnakan saja sholat kita.

Namun jika kita melanjutkan sholat dan tahu mereka akan murka, batalkan sholat lalu penuhi panggilannya.

Sedangkan ketika sholat yang kita jalankan adalah sholat fardhu maka tidak diperkenankan membatalkan sholat.

Wallahu a'lam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya