DMI Sebar 2.000 Alat Semprot Disinfektan ke Masjid di Jawa Barat

Ade Naura, Jurnalis · Minggu 19 Juli 2020 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 614 2248680 dmi-sebar-2-000-alat-semprot-disinfektan-ke-masjid-di-jawa-barat-sLBYwrjrLU.jfif Ketum DMI, HM Jusuf Kalla dan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (Foto: DMI)

DEWAN Masjid Indonesia meluncurkan program penyemprotan masjid secara mandiri di setiap masjid yang dilakukan di kediaman Ketua DMI Jawa Barat, KH Ahmad Siddiq, Jalan Cikunir Raya, Kota Bekasi, pada Sabtu 18 Juli 2020 kemarin.

DMI yang bekerjasama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Lembaga Amil Zakat dan Sedekah (Lazis) Serta Palang Merah Indoneia (PMI) pada kesempatan itu membagikan 2.000 alat semprot (spraying) cairan disinfektan kepada pengurus DMI se-Jawa Barat yang nantinya akan disalurkan ke sejumlah masjid di Jawa Barat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum DMI, HM Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama unsur muspida, perwakilan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Ketua DMI Jabar dan pengurus DMI se Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Ketua Umum DMI, HM Jusuf Kalla mengimbau kepada para marbot masjid untuk memanfaatkan betul alat semprot yang dibagikan tersebut dan digunakan dengan sebaik baiknya.

Baca juga: Baca Sholawat Ini Sekali Seumur Hidup, Dijamin Dapat Syafaat Rasulullah

HM Jusuf Kalla

"Kalau bisa alat spraying digunakan setiap sholat lima waktu, baik itu sebelum maupun sesudah sholat," kata JK, dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (19/7/2020).

Mantan wakil presiden itu mengatakan, masjid tidak boleh menjadi sumber dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

Oleh karenanya, dia berharap kepada para marbot dan jamaah untuk selalu menjaga kebersihan masjid dan menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak,pake masker dan cuci tangan.

Sebelumnya, dalam webinar dengan para pengurus DMI se-Indonesia pada Kamis pekan lalu, pria asal Bone, Sulawesi Selatan itu juga meminta seluruh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) agar senantiasa mensosialisasikan protokol kesehatan setiap kali sholat lima waktu. Baik sebelum sholat maupun setelah sholat.

JK juga mengatakan, kehadiran masjid harus membentuk suasana menjadi makmur bagi masyarakat dari segi ilmu pengetahuan dan juga ekonomi. Kedua hal tersebut merupakan kunci tumbuhnya suatu peradaban, khususnya Islam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Masjid harus memakmurkan masyarakat, apa yang dimakmurkan? Ilmu pengetahuan dan ekonomi, karena itu yang menyatukan adanya peradaban," ujar JK dalam webinar nasional bertajuk 'Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid' itu.

Ia menerangkan, jika sebuah negara yang memiliki peradaban tanpa didasari ilmu pengetahuan dan ekonomi kuat maka nantinya tidak akan bisa mewujudkan, atau merangkai peradaban yang baik. Namun berbeda dengan masjid, di mana tempat tersebut dapat berfungsi untuk berbagai hal.

HM Jusuf Kalla

Menurut dia, di Indonesia banyak masjid yang membuat sekolah atau universitas. Begitu juga sebuah lembaga pendidikan, membangun masjid sebagai sarana ibadah serta kegiatan lainnya yang melibatkan kemaslahatan masyarakat.

JK mengapresiasi dengan adanya masjid di sarana pendidikan. Secara tidak langsung dapat mengintregasikan ilmu pengetahuan dan peribadatan, serta kegiatan lainnya.

"Kami (DMI) selalu mengupayakan, bagaimana masjid memakmurkan masyarakatnya. Apabila bicara peradaban, tentu kita harapkan bagaimana pengembangan ilmu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya