Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Corona Belum Reda, Umat Islam Sholat Jumat di Gereja

Corona Belum Reda, Umat Islam Sholat Jumat di Gereja
Gereja St. Severi di Kota Erfurt, Jerman (Foto: AP)
A
A
A

“Saya kira apa yang terjadi di gereja ini sangat menyegarkan dan merupakan sebuah berkah bagi kami semua. Sungguh menyenangkan mendengarkan suara orang mengumandangkan adzan. Saya ikut shalat dengan mereka, mendengarkan kutbah dan bahkan saya diberi kesempatan untuk menyampaikan ceramah dalam bahasa Jerman," ujar Matthias.

"Sewaktu saya mendengarkan khutbah, saya seringkali berkata 'ya, ya, ya' karena apa yang menjadi keprihatinan kami pada dasarnya sama, dan kami ingin belajar dari Anda. Sungguh indah bisa merasakan itu," tambahnya.

Meski begitu, terlepas dari semangat solidaritas antar agama, banyak masjid di Jerman terancam tutup. Menurut Sabry, Imam Masjid Dar Assalam, karena wabah virus corona, aliran dana sumbangan untuk merawat dan mengelola masjid menurun drastis.

Baca juga: Baca Sholawat Ini Sekali Seumur Hidup, Dijamin Dapat Syafaat Rasulullah

Padahal, banyak masjid di Jerman bisa bertahan hanya karena aliran dana sumbangan yang biasanya datang pada saat Sholat Jumat. Sebagian masjid bahkan kini kesulitan membayar sewa gedung.

Tidak seperti gereja-gereja di Jerman, atau negara Eropa pada umumnya, yang mendapat alokasi dana khusus dari pemerintah bernilai ratusan juta dolar, masjid-masjid harus mendanai sendiri operasional mereka. Mirisnya, Masjid Dar Assalam setiap bulan misalnya, harus membayar tagihan listrik, air dan lain-lain sebesar total USD8000. Setengah sampai tiga perempat dana untuk membayar tagihan itu berasal dari sumbangan Sholat Jumat.

(Rizka Diputra)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement