Dahsyatnya Hari Arafah, Pintu Langit Dibuka dan Semua Dosa Diampuni

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 614 2254352 dahsyatnya-hari-arafah-pintu-langit-dibuka-dan-semua-dosa-diampuni-d3ty1Dg8N0.JPG Jamaah haji usai melakukan ritual tawaf mengelilingi Kakbah (Foto: Twitter/@Dajla98)

HARI Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah, di mana para jamaah haji akan berkumpul di Padang Arafah untuk melakukan wukuf sebagai salah satu rangkaian ibadah dan jadi puncaknya haji.

"Hari Arafah merupakan sebuah hari di mana orang yang dipanggil oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk berhaji sedang melaksanakan salah satu rukun ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, berkumpul di padang Arafah," kata Ketua Forum Dai Muda Indonesia, Ustadz Asroni Al-Paroya kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Ustadz Asroni melanjutkan, pada Hari Arafah pun memiliki banyak keistimewaan atau keutamaan. Misalnya, pintu-pintu langit dibuka, dosa-dosa diampuni dan semua doa-doa akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan 'Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir' (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)." (HR. Tirmidzi no. 3585; Ahmad, 2:210. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dilihat dari syawahid atau penguat-penguatnya, lihat silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1503, 4:8.).

Baca juga: Takjubnya Jamaah Haji saat Tawaf Berjarak, Rasanya seperti Mimpi

Jamaah Haji

Kemudian dalam riwayat hadist lainnya juga disebutkan, dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu secara marfu’—sampai pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَ النَّبِيُّوْنَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

Artinya: "Kalimat utama yang aku dan para nabi ucapkan pada senja hari Arafah adalah: 'Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir' (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)." (HR. Ath-Thabrani dalam Fadhl ‘Ashri Dzil Hijjah, 2:13, dari Qais bin Ar-Rabi’, dari Al-Agharr bin Ash-Shabah, dari Khalifah bin Hushain, dari ‘Ali secara marfu’, Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1503, 4:7).

Sementara itu, Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin menuturkan, umat Islam juga dianjurkan menjalankan ibadah puasa di hari Arafah. Sebab bagi yang melaksanakannya, semua dosa-dosa akan diampuni.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, no. 1162).

Pada hari Arafah Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengabulkan doa-doa hambaNya, bahkan mendapatkan keberkahan di dunia maupun di akhirat. Maka di waktu tersebut dianjurkan untuk memperbanyak berdoa.

“Maka perbanyaklah berdoa pada saat melaksanakan puasa Arafah, memohonlah agar diberikan kesehatan, umur panjang barokah, istiqamah ibadah, rezeki berkah dan ilmu melimpah, manfaat bagi sesamanya,” terangnya.

Rasulullah bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

Artinya: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah,” (HR. Tirmidzi: 3585).

Adapun amalan-amalan lainnya yang bisa umat Islam lakukan di hari Arafah, yakni dua di antaranya:

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1. Menebar kebaikan dan beramal salih. "Termasuk bersedekah, setidaknya totalitas kita yang tidak ikut ibadah haji, juga akan mendapatkan perhatian Allah, sekaligus ridhaNya,” ucapnya.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِى مَلاَئِكَتَهُ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ بِأَهْلِ عَرَفَةَ فَيَقُولُ انْظُرُوا إِلَى عِبَادِى أَتَوْنِى شُعْثاً غُبْراً“

Artinya: “Sesungguhnya Allah berbangga kepada para malaikat-Nya pada sore Arafah dengan orang-orang di Arafah, dan berkata: “Lihatlah keadaan hambaku, mereka mendatangiku dalam keadaan kusut dan berdebu,” (HR. Ahmad 2: 224).

2. Memperbanyak zikir dan tahlil sebagai tanda peneguhan keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Hari Arafah bisa menjadi momentum yang sangat istimewa, maka perbanyaklah zikir dan kalimat tahlil salah satu sebagai amalan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Terdapat kalimat tahlil yang dibaca Nabi Muhammad saat Hari Arafah, yaitu:

أَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَ النَّبِيُّوْنَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

Artinya: “Kalimat utama yang aku dan para nabi ucapkan pada senja hari Arafah adalah: Laa Ilaha Iillallah Wahdahu Laa Syarika Lah Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Wa Huwa ‘Ala Kulli Syai-in Qadiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu).” (HR. Ath-Thabrani).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini