Telanjur Dapat Uang Riba, Bagaimana Menyalurkan yang Tepat?

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 330 2256863 telanjur-dapat-uang-riba-bagaimana-menyalurkan-yang-tepat-V7xLNEbJzm.jpg Ilustrasi uang. (Foto: Unsplash)

DALAM syariat Islam disebutkan dengan jelas bahwa riba termasuk haram hukumnya. Bahkan riba menjadi salah satu penyebab dosa-dosa besar.

Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa ta'ala yang menyatakan bahwa riba sama halnya dengan menyatakan perang kepada-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ

"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu." (QS Al Baqarah: 278–279)

Baca juga: Melihat Perbedaan Idul Adha di India, Hewan Kurban Lebih Banyak Kambing 

Dari gambaran tersebut telah jelas bahwa sebegitu besar dosa dari perbuatan riba hingga Allah Subhanahu wa ta'ala menyamakan hal tersebut seperti berperang dengan-Nya.

"Ada dua dosa besar yang Allah nyatakan sama dengan perang; pertama yakni melakukan riba; dan kedua, mengganggu wali Allah," kata Habib Hasan bin Ismail Al Muhdor, dikutip dari akun Youtube Ahbaabul Musthofa Channel, Selasa (4/8/2020).

"Sebagaimana dalam hadis, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 'Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: 'Barang siapa yang mengganggu wali-Ku, maka perang dengan-Ku'.' Maka dua dosa ini kebanyakan pelakunya tidak akan mati dalam keadaan husnul khatimah," ungkap Habib Hasan.

Lalu, bagaimana solusi yang tepat jika sudah telanjur terjerat dalam perbuatan riba?

Habib Hasan menjelaskan bahwa uang hasil riba tidak bisa dianggap sebagai sedekah begitu saja, karena sejatinya uang tersebut bukan milik yang bersedekah.

"Bagi Anda yang sudah telanjur dan mendapatkan uang riba tersebut yang jelas haram, maka uang tersebut bukan milik Anda, sehingga kalaupun Anda berikan kepada fakir miskin nilainya bukan sedekah, karena itu bukan uang Anda," jelasnya.

Habib Hasan melanjutkan, uang riba tidak bisa digunakan untuk kegiatan beramal dalam ibadah, seperti berupa sedekah atau diberikan ke masjid. Namun, beberapa ulama sepakat menyatakan uang riba dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, seperti pembangunan fasilitas umum yang digunakan oleh semua orang.

Baca juga: Bekerja Mencari Nafkah Bernilai Ibadah Asal Ikhlas karena Allah Ta'ala 

"Uang riba menurut para ulama dapat dimanfaatkan untuk urusan maslahah, seperti membangun jembatan, memperbaiki jalan, membuat WC umum, atau diberikan kepada orang fakir yang betul-betul terpaksa yang kalau tidak makan maka dia akan mati. Maka hal tersebut boleh mempergunakan uang riba," terang Habib Hasan.

"Sama halnya dengan orang yang benar-benar terpaksa harus makan kalau tidak dia akan mati, sehingga ia boleh makan bangkai (meski dilarang dalam syariat). Hal ini kadarnya adalah untuk menyambung hidupnya itu," tegasnya.

Disimpulkan, jika ingin berhenti dan mengalokasikan dana riba tanpa menimbulkan dosa baru, maka dapat digunakan untuk membangun hal-hal bermanfaat untuk orang banyak, seperti memperbaiki atau membangun fasilitas umum.

Semoga Allah senantiasa lindungi dan selamatkan kita semua. Aamiin.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Tidur Siang Dianjurkan Rasulullah, Banyak Keutamaan di Baliknya 

Ilustrasi uang. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini