Kriteria Orang Banyak Amal tapi Bangkrut di Akhirat Menurut Hadits Rasulullah

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 330 2258116 kriteria-orang-banyak-amal-tapi-bangkrut-di-akhirat-menurut-hadits-rasulullah-2be04sGLbh.JPG Ustadz Khalid Basalamah (Foto: YouTube/@Ammar TV)

DALAM kehidupan, kita selalu percaya bahwa suatu hal yang telah ditakdirkan menjadi milik kita tidak akan pernah menjadi milik orang lain. Tak hanya itu, adanya keyakinan akan peribahasa 'siapa menanam, dia yang akan menuai' akan melandasi sikap manusia untuk selalu berbuat baik kapanpun dan di manapun. Sehingga, akan mendatangkan banyak kejutan baik di masa-masa mendatang.

Jika ada seseorang yang selalu bersikap baik, dan senantiasa percaya akan kehidupan akhirat, dapat dipastikan bahwa ia tak pernah larut dalam kesedihan saat kehilangan suatu benda atau materi miliknya, karena ia senantiasa berpikir, bahwa suatu hal miliknya yang telah diambil oleh orang lain dan orang tersebut tak mau mengembalikannya, ia dapat mengatasinya secara ringan karena menganggap hal itu dapat ia tagih nanti di akhirat.

Karenanya, orang yang percaya akan balasan yang didapat setelah kematian akan senantiasa tenang karena ia yakin bahwa balasan setiap perbuatan itu nyata adanya. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan kepada para sahabat bahwa ada orang yang memiliki banyak amal saleh namun termasuk dalam golongan orang yang merugi. 

Baca juga: Orang Mengejar Akhirat Akan Selalu Merasa Diawasi Allah Ta'ala

Sebagaimana sabda beliau: “Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat nanti dengan membawa (amal) sholat, puasa, dan zakat, (namun) ia telah mencerca ini (seseorang), menuduh orang (berzina), memakan harta orang, menumpahkan darah orang, dan memukul orang. (Orang) ini diberi (amal) kebaikannya dan yang ini diberi dari kebaikannya. Apabila amal kebaikannya habis sebelum terbayar (semua) tanggungannya, dosa-dosa mereka (yang dizalimi) diambil lalu ditimpakan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim).

“Jika seorang muslim sangat yakin, kalau ada hak kita yang diambil orang lain, kita sudah minta tetapi tidak juga bisa kita dapatkan, dengan cara dia memanipulasi data-data tersebut, tetap kita akan dapatkan dalam bentuk pahala di hari kiamat,” ucap dai kondang Ustad Khalid Basalamah, dikutip dari channel YouTubenya, Khalid Basalamah Official, Kamis (6/8/2020).

Dikisahkan dari Hasan Basri rahimahullah yang pernah dicaci maki dan digunjing oleh seseorang. Saat ia baru saja mendapatkan satu tangkai kurma yang sangat segar, ia kemudian mengantarkannya ke rumah orang yang sebelumnya bergunjing tentang dia, lalu mengatakan, “Ini balasan terhadap kau yang telah memberikan kepadaku pahalamu, maka aku ganti dengan kurma ini,”

Jika seorang mukmin tahu betul akan adanya kehidupan akhirat, maka suatu tragedi kehilangan tak akan membuatnya kurang tenteram. Benda apapun yang luput darinya tidak akan dijadikan sebuah masalah.

"Terlebih meyakini bila menjadikan kehidupan akhirat sebagai target selama di dunia, maka ia pasti percaya bahwa Allah telah membagi rezeki masing-masing dari hambaNya, dan tidak akan pernah rezeki seorang hamba diambil oleh orang lain," tutur Ustadz Khalid.

Hasan Basri menjelaskan mengapa dirinya begitu zuhud dan selalu berorientasi pada akhirat. Ia berkata: “Aku tahu kalau Allah telah membagi rezeki tiap hamba, dan tidak akan pernah rezekiku diambil oleh orang lain. Tidak ada ceritanya orang lain miliki sesuatu dan aku anggap itu milikku yang diambil oleh dia, padahal itu memang telah menjadi rezekinya. Aku senantiasa bahagia karena aku taat dan selalu patuh karena aku tahu amal sholehku tak akan dikerjakan oleh orang lain maka aku sibuk beramal sholeh. Dan aku yakin Tuhanku mengawasiku, maka aku tidak mau bermaksiat dan Dia melihatku. Dan juga aku tahu kematian akan menjemputku maka aku punya persiapan untuk menghadapinya,”.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini