Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Perjuangan Remaja Yatim Piatu Jadi Santri Tahfidz Quran Terbaik

Kisah Perjuangan Remaja Yatim Piatu Jadi Santri Tahfidz Quran Terbaik
Khoirotun Nisak Ulaini (kanan) menerima sertifikat santri tahfidz Alquran terbaik (Foto Rumah Tahfidz Nurul Qura'an)
A
A
A

KHOIROTUN Nisak Ulaini (20) bahagia setelah berhasil menjadi santri terbaik pada ujian tahfidz di Rumah Tahfidz Nurul Qur'an, Semarang, Jawa Tengah. Perjuangannya tujuh tahun mondok di Rumah Tahfidz Nurul Qur'an menuai hasil membanggakan.

Nisa yang masuk Rumah Tahfidz dari usia 13 tahun atau saat baru MTs melewati banyak rintangan. Terlebih kedua orangtuanya telah tiada sejak ia masih belia.

Baca juga: Siapa Sangka, 3 Polisi Ini Ternyata Penghafal Alquran

Namun, ia tak membuatnya patah semangat. Nisa justru makin bertekat ingin membanggakan bapak ibunya di akhirat nanti dengan menjadi hafidz qur'an. Cita-cita ini sudah dipendamnya sejak kecil.

Sejak kecil, Nisa tinggal dan diasuh oleh ayah dan ibu sambungnya. Ayah sambungnyalah yang mendukung penuh mimpi Nisa untuk bisa menjadi hafidz qur'an. Namun, tak senada dengan ibu sambungnya yang lebih mengharapkan ia segera bekerja saja.

Meski demikian, Nisa tak henti-hentinya untuk mencoba mengambil hati sang ibu agar mendapat restunya untuk mondok dan mengkhatamkan hafalan 30 juz Alqur'annya.

Berkat kegigihan, semangat dan keseriusan Nisa dalam belajar dan menghafal Alqur'an di Rumah Tahfidz Nurul Qur'an, membuka jalan baginya mendapat restu dari sang ibu sambung. Hati ibunya pun luluh mendengar bait-bait hafalan yang Nisa lantunkan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement