Saudi Kirim 200 Ton Bantuan untuk Korban Ledakan di Beirut Lebanon

Hantoro, Jurnalis · Minggu 09 Agustus 2020 19:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 09 614 2259466 saudi-kirim-200-ton-bantuan-untuk-korban-ledakan-di-beirut-lebanon-nVZd37NzwN.jpg Bantuan dari Arab Saudi untuk korban ledakan di Beirut, Lebanon. (Foto: Istimewa/Arabnews)

PESAWAT ketiga dari Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) yang membawa barang-barang kebutuhan tiba di Kota Beirut, Lebanon, pada hari Sabtu kemarin. Ini bagian dari "jembatan udara bantuan" yang didirikan untuk membantu orang-orang korban ledakan di sana.

Pemberian bantuan ini atas arahan Pemimpin Tertinggi Arab Saudi sekaligus Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud sebagai bentuk tindakan kemanusiaan yang mendesak untuk masyarakat Lebanon.

Baca juga: 120 Ton Obat-obatan dan Makanan Bantuan Arab Saudi Tiba di LebanonĀ 

Penasihat KSRelief Dr Ali bin Hamed Al Ghamdi mengatakan ketiga pesawat tersebut berisi dengan ventilator, peralatan medis, serta berbagai obat dan disinfektan. Di dalamnya juga terdapat makanan, tenda, kasur, selimut, dan perlengkapan memasak.

Sejauh ini 200 ton bantuan dari Kerajaan Arab Saudi telah diterbangkan ke Lebanon dengan tim khusus untuk menindaklanjuti dan mengawasi distribusinya. Tim juga aktif di Lebanon dalam menangani korban ledakan.

Sebelumnya dua pesawat Arab Saudi yang membawa lebih dari 120 ton obat-obatan, peralatan, dan persediaan darurat telah dikirim ke Beirut.

Pengawas Jenderal KSRelief Dr Abdullah Al Rabeeah dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa bantuan tersebut untuk memberikan tindakan kemanusiaan kepada semua orang yang membutuhkan.

"Bantuan akan membantu meringankan penderitaan rakyat Lebanon," ucap Ketua Komisi Bantuan Tinggi di Lebanon Mayor Jenderal Mohammad Khair, dikutip dari Arabnews, Minggu (9/8/2020).

Baca juga: Warga Palestina Donorkan Darah untuk Korban Ledakan Beirut LebanonĀ 

Ledakan di Lebanon sendiri menghancurkan sebagian besar wilayah ibu kota dan menghancurkan infrastruktur penting, termasuk gudang penyimpanan biji-bijian dan fasilitas pelabuhan.

Lebanon, yang sedang krisis karena keruntuhan ekonomi dan mata uang, sekarang menghadapi ancaman kekurangan pangan serta ancaman besar terhadap ekspor-impor.

Negara-negara di seluruh dunia bergegas membantu Lebanon setelah ledakan di Pelabuhan Beirut pada Selasa 4 Agustus 2020 ini.

Sekretaris Jenderal Komisi Pertolongan Tinggi di Lebanon Mayor Jenderal Mohammad Khair berterima kasih kepada semua pihak atas bantuan kemanusiaan yang diberikan.

Dalam pernyataan persnya, dia memuji hubungan historis antara kedua negara, mencatat bantuan Arab Saudi akan membantu meringankan penderitaan rakyat Lebanon.

Baca juga: Diperintahkan Raja Salman, Arab Saudi Kirim Bantuan ke LebanonĀ 

Ledakan di Beirut, Lebanon. (Foto: Twitter @tommynival)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini