120 Ton Obat-obatan dan Makanan Bantuan Arab Saudi Tiba di Lebanon

Salman Mardira, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 20:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 614 2258784 120-ton-obat-obatan-dan-makanan-bantuan-arab-saudi-tiba-di-lebanon-gfwqOCBewI.jpg Bantuan kemanusiaan dari Arab Saudi tiba di Lebanon (Supplied/Arab News)

BEIRUT - Pesawat-pesawat yang membawa berton-ton obat-obatan, peralatan penampungan, alat kesehatan, dan makanan dikirim pemerintah Arab Saudi telah mendarat di Lebanon, setelah ledakan besar yang menghancurkan ibu kotanya Beirut.

Bantuan tersebut dikirim melalui Pusat Bantuan dan Kemanusiaan (KSRelief) Raja Salman Arab Saudi.

Setidaknya 149 orang telah tewas dan lebih dari 5.000 lainnya terluka dalam ledakan tumpukan amonium nitrat di gudang pelabuhan di Kota Beirut, pada Selasa 4 Agustus 2020. Ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Baca juga: Diperintahkan Raja Salman, Arab Saudi Kirim Bantuan ke Lebanon

Lebanon telah meminta bantuan internasional, karena ledakan tersebut menyulitkan negara itu yang sedang berjuang untuk menghadapi kesulitan keuangan parah dan pandemi virus corona atau Covid-19.

Melansir dari laporan Arab News, dua pesawat meninggalkan Bandara Internasional Raja Khalid Riyadh pada Jumat (7/8/2020) pagi membawa lebih dari 120 ton obat-obatan, peralatan kesehatan, persediaan darurat, tenda, perlengkapan tempat tinggal dan makanan untuk orang-orang di Beirut.

Kargo tersebut didampingi oleh tim spesialis KSRelief untuk menindaklanjuti dan mengawasi operasi distribusi.

Jembatan bantuan udara adalah hasil arahan dari Raja Salman untuk memberikan bantuan medis dan kemanusiaan yang mendesak melalui KSRelief untuk membantu Libanon mengatasi dampak mendalam dari ledakan pelabuhan.

Dr. Samer Al-Jetaily, Direktur Investasi dan Sumber Daya di KSRelief, mengatakan kampanye untuk membantu orang Lebanon menuju pemulihan telah dimulai.

"Kargo yang Anda lihat di sini adalah jembatan udara yang akan berlanjut selama tiga hingga empat hari dan kampanye ini akan berkonsentrasi pada tiga sektor," katanya kepada Arab News.

Area pertama yang menjadi fokus adalah sektor kesehatan, membantu orang terluka oleh ledakan. Area kedua adalah makanan, membantu orang yang membutuhkan dan mereka yang kehilangan rumah. Area aktivitas ketiga adalah pencarteran.

"Sejalan dengan ini akan ada penilaian cepat di lapangan dari tim yang menyertai kargo ini dan, menurut itu, akan ada rencana cermat untuk membantu orang-orang yang terkena dampak peristiwa tragis dan menyedihkan ini," tambahnya.

Duta Besar Arab Saudi untuk Lebanon, Waleed Bukhairi, dan Menteri Dalam Negeri Lebanon Mohammed Fahmi berada di bandara untuk menerima bantuan.

"Hubungan antara Arab Saudi dan Lebanon sudah berlangsung lama," kata Fahmi, seraya menambahkan bahwa ada juga hubungan dekat antara orang-orang di kedua negara.

“Kami merasa seperti satu bangsa di dua negara. Arab Saudi dan Raja Salman tidak mengabaikan Lebanon selama satu hari pun. Kami sangat terpukul dengan kejadian dan bencana di Beirut ini. Namun, kami sangat optimis dengan apa yang akan terjadi di masa mendatang, ”ujarnya.

Mantan menteri kehakiman Libanon, Achrif Reefi, juga menghargai hubungan bilateral.

"Berbicara atas nama rakyat Lebanon, kepada sesama warga Saudi, Raja Salman, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan pemerintah Saudi, terima kasih atas semua dukungan Anda untuk merawat anak-anak kami dan kekhawatiran kami saat ini," katanya kepada Arab News .

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini