Share

Warga Palestina Donorkan Darah untuk Korban Ledakan Beirut Lebanon

Hantoro, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 614 2257920 warga-palestina-donorkan-darah-untuk-korban-ledakan-beirut-lebanon-PQlmwu6gSL.jpg Ilustrasi donor darah. (Foto: Istimewa)

WARGA Jalur Gaza, Palestina, turut membantu korban-korban ledakan di Kota Beirut, Lebanon. Mereka membantu sebisanya, salah satunya mendonorkan darah bagi korban luka-luka yang dilaporkan mencapai lebih dari 4.000 orang.

Puluhan warga Jalur Gaza, Palestina, ambil bagian dalam aksi donor darah untuk warga Kota Beirut, Lebanon, korban ledakan dahsyat pada Selasa kemarin. Donor darah dilaksanakan di Kota Khan Younis pada Rabu 5 Agustus. Aksi sosial ini diinisiasi anggota Bulan Sabit Merah.

Baca juga: Sikap Muslim Menghadapi Musibah seperti Ledakan di Beirut Lebanon 

Panitia menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Komite Palang Merah Internasional untuk coba mendapatkan donor darah lebih banyak yang akan dikirim ke Kota Beirut, Lebanon.

"Saya menyumbangkan darah saya sebagai bentuk kesetiaan kepada masyarakat Lebanon," kata warga Khan Younis bernama Abu Diab Ouida, dikutip dari Arabnews, Kamis (6/8/2020).

Jalur Gaza sendiri kini berada di bawah blokade bersama Israel dan Mesir sejak 2007. Jadi, masih belum jelas apakah darah yang disumbangkan bisa mencapai Kota Beirut, Lebanon.

Sementara kabar terakhir, ledakan di Kota Beirut menyebabkan 135 orang meninggal dunia dan melukai lebih dari 4.000 orang.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan ledakan itu disebabkan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman di sebuah gudang. Amonium nitrat digunakan sebagai pupuk dalam pertanian dan bahan peledak.

Baca juga: Doa dan Belasungkawa Mengalir untuk Korban Ledakan di Beirut Lebanon 

Kepala Bea Cukai Lebanon Badri Daher mengatakan pihaknya sudah memerintahkan agar bahan kimia itu dipindahkan, tetapi tidak dilakukan.

Ledakan besar ini terjadi di waktu yang sensitif bagi Lebanon. Dengan meningkatnya kasus terpapar virus corona (covid-19), rumah sakit sudah berjuang untuk mengatasinya, sekarang dihadapkan perawatan ribuan orang yang terluka.

Lebanon juga mengalami krisis ekonomi terburuk sejak perang saudara pada 1975 hingga 1990. Ketegangan meninggi dengan demonstrasi jalanan melawan pemerintah. Kemudian masyarakat harus berurusan dengan pemadaman listrik harian, kurangnya air minum bersih, dan layanan kesehatan masyarakat terbatas.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lebanon juga mengimpor sebagian besar makanannya. Kemudian sebagian besar biji-bijian yang disimpan di pelabuhan hancur yang menyebabkan kekhawatiran akan kerawanan pangan yang meluas. Masa depan pelabuhan itu sendiri diragukan karena kerusakan akibat ledakan yang ditimbulkan.

Presiden Aoun mengumumkan bahwa pemerintah akan mengeluarkan 100 miliar lira dana darurat, tetapi dampak ledakan terhadap perekonomian diperkirakan bertahan lama.

Baca juga: Santri Ustadz Yusuf Mansur Selamat dari Ledakan Dahsyat di Lebanon 

Ledakan di Beirut, Lebanon. (Foto: Twitter @tommynival)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini