Tinggalkan Debat meski Benar, Merendahlah karena Allah Ta'ala

Riyadi Akmal, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 330 2259787 tinggalkan-debat-meski-benar-merendahlah-karena-allah-ta-ala-KRAcDSpzct.jpg Ilustrasi debat. (Foto: Freepik)

ALLAH Subhanahu wa ta'ala selalu memerintahkan setiap Muslim menjadi pribadi yang rendah hati atau tidak sombong. Dengan menjadi umat Islam yang demikian, niscaya Allah Ta'ala akan mengangkat derajatnya.

Ilmu yang dimiliki wajib dipraktikkan dengan sangat baik, tidak untuk diperlihatkan kepada orang lain. Kerendahan hati ini bisa mengubah seorang Muslim menjadi manusia yang lebih baik. Tujuannya untuk membentuk akhlak yang baik, bukan hanya teori.

Baca juga: Diberi Tumpukan Sampah, Ini Jawaban Bijak Nabi Muhammad 

"Kita tidak berbohong misalnya, hal itu betul-betul harus kita praktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. (Tidak boleh berbohong, red) walau dalam bercanda," kata Ustadz Dr Khalid Basalamah, ulama lulusan Arab Saudi, dikutip dari akun Youtube-nya, Senin (10/8/2020).

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

"Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya." (HR Abu Dawud nomor 4990. Hasan)

Dalam hadis lainnya, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menjamin rumah di surga bagi mereka yang meninggalkan berkata dusta walaupun ketika bercanda. Nabi bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

"Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meningalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaknya." (HR Abu Dawud nomor 4800. Sahih)

Ustadz Khalid Basalamah mencontohkan, kalau sudah menyampaikan argumen kepada orang, lalu dibantah, lebih baik tinggalkan saja, jangan menghabiskan waktu berdebat. Tinggalkan perdebatan untuk mendapatkan keadaan lebih baik ke depannya.

Allah Subhanahu wa ta'ala akan bersama orang-orang yang memiliki akhlak baik, santun kepada orang, dermawan, mudah melangkah ke tempat baik. Allah Ta'ala akan berikan hamba-Nya itu nikmat yang melimpah. Dia akan merendah, bukan menganggap remah orang lain. Itu akhlak yang mulia.

Baca juga: Doa Mengalir atas Wafatnya Ayah Ustadz Khalid Basalamah karena Covid-19 

Hasan Basri Radhiyallahu anhu pernah ditanya, "Apa itu tawadhu?" Dijawablah merendah karena Allah Subhanahu wa ta'ala.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

"Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya." (HR Muslim nomor 2588)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tawadhu itu seperti melihat seorang Muslim di depan lalu meyakinkan diri bahwa dia lebih baik. "Kalau dia lebih tua katakan, 'Oh dia orang lebih tua, amalnya paling banyak daripada saya. Kalau dia lebih mudah katakan, 'Oh dia lebih muda, dosanya lebih sedikit daripada saya.' Jadi kita merendah. Kita harus seperti padi, makin berisi makin tunduk," papar Ustadz Khalid Basalamah.

Jikalau memiliki barang-barang bagus, diperbolehkan menggunakan dan menikmatinya. Namun dengan syarat, tidak boleh pamer. Pakailah sesuai fungsinya, bukan untuk pamer kepada orang lain.

Baca juga: Ini Alasan Pentingnya Mengajarkan Tauhid pada Anak Sejak Dini 

Dalam Islam diperbolehkan menikmati barang bagus yang dimiliki. Sebagaimana hadis dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبَّ أَنْ يُرَى أَثَرُ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ

"Sesungguhnya Allah suka melihat tampaknya bekas nikmat Allah kepada hamba-Nya." (HR Tirmidzi nomor 2819 dan An-Nasai nomor 3605. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini sahih)

Baca juga: Temukan Keindahan dan Ketenangan dalam Kajian Islam, Putra Yakin Jadi Mualaf 

"Jangan sombong. Jangan kita masuk ke zona yang merusak akhlak kita. Semakin merendah kita semakin baik kita dan insya Allah, Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengangkat derajat orang yang merendahkan dirinya karena Allah Subhanahu wa ta'ala," jelas Ustadz Khalid Basalamah.

Semoga semua Muslim termasuk orang-orang yang memiliki akhlak yang baik dan disukai Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya. Amin ya Rabbal’alamin.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya