Pandemi Corona, Makam Gus Dur Masih Ditutup untuk Umum

Senin 10 Agustus 2020 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 615 2259704 pandemi-corona-makam-gus-dur-masih-ditutup-untuk-umum-sdUaoG6RiS.jpg Makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Kompleks Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur (Dok Okezone)

MAKAM Presiden keempat RI sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Kompleks Maqbaroh Masyayikh Tebuireng di Desa Cukir, Kecamatan Dewek, Jombang, Jawa Timur belum dibuka untuk peziarah, sejak ditutup pada 16 Maret 2020 karena pandemi Covid-19.

“Perlu kami tegaskan bahwa status penutupan akses makam untuk peziarah masih tetap berlaku, sesuai surat Pengasuh Pesantren Tebuireng Nomor 1524/I/HM 00 01/PENG/2020 tanggal 14 Maret lalu,” kata Sekretaris Pesantren Tebuireng, Abdul Ghofar alias Gus Ghofar seperti dikutip dari laman Tebuireng.Online, Senin (10/8/2020).

Hal itu disampaikan mengingat ada sebagian masyarakat yang menyangka lokasi wisata religi Makam Gus Dur sudah dibuka untuk peziarah, menyusul masuknya era tatanan adaptasi kenormalan baru.

“Jadi status makam masih tetap ditutup untuk peziarah hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Kami mohon masyarakat yang hendak mendoakan Gus Dur dan masyayikh Tebuireng cukup dilakukan dari rumah masing-masing,” ujar Gus Ghofar.

Baca juga: Pelajari Kisah Nabi Ibrahim, Ini 4 Hikmah yang Bisa Kamu Ambil 

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Pesantren Tangguh Tebuireng, Nur Hidayat mengatakan, saat ini energi seluruh pengurus pesantren yang didirikan Hadlratus Syaikh Hasyim Asy’ari itu masih berfokus pada persiapan mengaktifkan kembali kegiatan di pesantren.

“Santri yang diundang kembali ke pondok pada 20 Juli lalu telah selesai menjalani karantina dan memulai pembelajaran sejak awal Agustus. Saat ini kami sedang mempersiapkan kedatangan kloter kedua untuk memastikan kondisi mereka sehat dan prima saat memasuki pondok dan memulai kegiatan,” kata Hidayat.

Makam Gus Dur terletak di Kompleks Pesantren Tebuireng di mana pada lokasi sama dengan tempat munajat para peziarah, para santri menjalani kegiatan pengajian rutin sehari-hari.

“Demi keselamatan dan kesehatan warga pesantren, kami berharap masyarakat memahami keputusan tersebut. Sebab, amanat pengasuh kepada seluruh pengurus adalah menjadikan keselamatan dan kesehatan santri sebagai prioritas utama.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini