Gimana Sih Hukumnya Menghadiri Resepsi Pernikahan Tanpa Diundang?

Selasa 11 Agustus 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 330 2260490 gimana-sih-hukumnya-menghadiri-resepsi-pernikahan-tanpa-diundang-TH0Ygezmc5.jpg ilustrasi (stutterstock)

PARA ulama ahli fiqih sepakat mengadakan pesta pernikahan hukumnya sunah muakkadah. Nabi Muhammad SAW pernah melakukannya untuk memberi tahu pernikahannya kepada orang-orang, sehingga umat dianjurkan menggelar resepsi asal tidak berlebihan atau bermewah-mewahan sehingga muncul sifat sombong dan takabur di dalamnya.

Namanya resepsi pernikahan, tentu saja ada tamu-tamu yang diundang untuk hadir. Lalu, bagaimana hukumnya jika orang yang tidak diundang hadir dalam pesta pernikahan?

Baca juga: Heboh Awan Tsunami di Langit Aceh, Ini Penjelasan Awan dalam Alquran 

Melansir dari kolom konsultasi di laman resmi Pondok Pesantren Lirboyo, Selasa (11/8/2020), dijelaskan bahwa keberadaan orang yang tidak diundang hakikatnya tidak mendapatkan izin dari pihak tuan rumah untuk hadir dalam acaranya.

Untuk itu, menjadi tamu liar yang tak diundang hukumnya adalah haram kecuali diketahui bahwa pihak tuan rumah akan rela atau tidak keberatan dengan kehadirannya.

Syekh Zakaria al-Anshari mengatakan dalam kitab Asna al-Mathalib:

وَيَحْرُمُ التَّطَفُّلُ وَهُوَ حُضُورُ الْوَلِيمَةِ مِنْ غَيْرِ دَعْوَةٍ إلَّا إذَا عَلِمَ رِضَا الْمَالِكِ بِهِ لِمَا بَيْنَهُمَا مِنْ الْأُنْسِ وَالِانْبِسَاطِ.

“Dan haram tathafful, yaitu menghadiri walimah tanpa diundang kecuali apabila mengetahui kerelaan pemilik (tuan rumah) dengan kehadirannya karena atas dasar ramah dan gembira di antara keduanya.” (Asna al-Mathalib, III/227)

Dalam kelanjutannya, Imam al-Haramain menegaskan bahwa larangan menghadiri walimah tanpa diundang hanya ditentukan apabila orang tersebut dipastikan tidak masuk dalam orang-orang yang dikehendaki pihak tuan rumah. Sehingga jika pihak tuan rumah menghendaki siapa saja boleh menghadiri atau undangannya yang bersifat umum, misalkan mengundang seluruh teman sekolah, seluruh rekan kerja, atau seluruh tetangga, maka boleh untuk menghadirinya. Karena dalam hal ini indikasi kerelaan pihak tuan rumah sudah sangat jelas.

Syekh Khatib as-Syirbini mengutip pendapat imam al-Haramain dalam kitab Mughni al-Muhtaj berikut:

وَقَيَّدَ ذَلِكَ الْإِمَامُ بِالدَّعْوَةِ الْخَاصَّةِ، أَمَّا الْعَامَّةُ كَأَنْ فَتَحَ الْبَابَ لِيَدْخُلَ مَنْ شَاءَ فَلَا تَطَفُّلَ

“Imam al-Haramain memberikan ketentuan haramnya apabila ada undangan khusus. Adapun undangan yang bersifat umum, seperti orang yang membuka pintu dan mempersilahkan siapa saja yang berkenan, maka keharaman menghadiri walimah tanpa diundang tidak berlaku lagi.” (Mughni al-Muhtaj, IV/410).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya