Kisah Bongkahan Batu yang Selalu Mengucap Salam kepada Rasulullah

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 330 2261129 kisah-bongkahan-batu-yang-selalu-mengucap-salam-kepada-rasulullah-pJqL9DlWPn.JPG Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan (Foto: YouTube)

KEMULIAAN Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai utusan Allah Subhanahu wa Ta'ala dibuktikan dengan banyaknya mukjizat yang dianugerahkan Allah kepada beliau.

Salah satu di antaranya adalah kisah dari bongkahan batu yang tidak pernah lupa mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam setiap beliau melewatinya.

“Rasulullah pernah berkata, bahwa beliau ingat ada sebuah batu di Makkah, yang setiap beliau lewati batu tersebut, batu itu selalu memberikan salam untuknya. Menurut beberapa ulama, batu tersebut letaknya berseberangan dengan rumah sahabat Nabi, Sayyidinna Abu Bakar Ash-Shiddiq di Kota Makkah,” ucap dai muda Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan, dikutip dari channel YouTube, Muezza Net, Rabu (12/8/2020).

Pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten itu mengatakan, batu tersebut adalah batu yang istimewa, karena selalu merasa tidak tahan untuk tidak mengucap salam kepada Rasulullah.

Tak hanya itu, dikisahkan pula dari sahabat Nabi yakni Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang turut menyaksikan saat dirinya melihat pepohonan, bebatuan dan bukit juga mengucapkan salam kepada Rasulullah.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Ungkap Perbedaan Kata Hati dan Bisikan Setan

“Sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan, 'Saya berjalan bersama Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam di pinggiran Kota Madinah. Tidaklah kami melalui pepohonan, bebatuan, dan bukit-bukit kecil melainkan semuanya memberi salam kepada Rasulullah," tuturnya. 

Betapa istimewanya Rasulullah hingga jika terdapat seseorang yang bersentuhan langsung dengan beliau, maka hal itu akan menjadi obat alami dari segala penyakitnya. Tak hanya itu, aroma tubuhnya yang harum juga akan menetap di setiap tempat yang beliau pijak hingga berhari-hari lamanya.

Pernah dalam sebuah majelis perayaan maulid, seorang jamaah mengatakan bahwa maulid satu ini tak akan ada bandingannya dengan perayaan maulid dimanapun. Hal ini nyatanya karena dihadiri oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, seorang manusia pilihan Allah Ta'ala beserta para keluarganya dan para auliya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Rasulullah senantiasa dikelilingi oleh para sahabat yang membantu dalam menegakkan agama Allah. Dalam menjalani hari-hari semasa hidupnya, Rasulullah tak pernah lepas dari para sahabatnya, yang dengan nyata juga sigap untuk melindunginya dalam hal apapun," ucap Habib Jindan.

Ha ini dikarenakan kecintaan para sahabat kepada Rasulullah yang dibuktikan dari mereka yang tak pernah bosan menceritakan Rasulullah kepada keluarga mereka di rumah, hingga selalu mengingat Rasulullah di manapun dan kapanpun mereka berada.

"Bahkan dalam pertempuran atau peperangan, yang menjadi slogan mereka adalah bertempur dalam jihad melawan Nabi palsu, dengan slogannya 'Wa Muhammadah', bertawassul kepada Rasulullah meski Rasulullah saat itu sudah lama wafat. Mereka terus memanggil Rasulullah, melanjutkan perjuangan Rasulullah. Ini akidahnya Nabi, ini akidahnya sahabat, ini akidahnya ahlul bait yatawassalun bi Rasulillahi Shallallahu 'alaihi wasallam," pungkas Habib Jindan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini