Ustadz Khalid: Mendidik Anak Salih Harus Sabar dan Bertahap

Ade Naura, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 330 2261749 ustadz-khalid-mendidik-anak-salih-harus-sabar-dan-bertahap-023fuGlY4f.jpg Ustadz Khalid Basalamah. (Foto: Istimewa/Youtube Khalid Basalamah Official)

SETIAP orangtua harus berusaha keras mendidik anaknya selalu taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Maka pendidikan yang diberikan wajib yang berharga bagi sang anak.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Al Hakim, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ما نحل والد ولده أفضل من أدب حسن

"Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orangtua kepada anaknya selain pendidikan yang baik." (HR Al Hakim: 7679)

Baca juga: Ini Penjelasan Zina Merusak Segalanya: Nama Baik hingga Rezeki 

Dalam mengajarkan sesuatu kepada anak haruslah secara bertahap, pelan-pelan, tidak bisa langsung begitu saja. Memberi pengajaran tak hanya berupa ilmu pengetahuan agama, namun juga kebiasaan sehari-hari yang akan memberikan dampak ke depannya dalam kehidupan.

"Dicicil. Anak perempuan masukkan ke dapur, ajak dia. Sekali-sekali pegangin sapu, walaupun nanti pakai pembantu, tapi paling tidak tahu," ujar Ustadz Khalid Basalamah, dikutip dari akun Youtube-nya, Kamis (13/8/2020).

Ia mengatakan, sekiranya anak perempuan nantinya memiliki pembantu, harus tetap diajarkan cara menyapu yang benar. Tujuannya agar semuanya terbiasa membersihkan rumah dan kewajiban lainnya.

Begitu juga dengan anak laki-laki. Ajak rutin ke masjid supaya terbiasa keluar pergi sholat berjamaah di rumah Allah Subhanahu wa ta'ala. Tentu harapannya agar sanga anak menjadi lebih salih.

Keutamaan anak salih dibahas dalam hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Beliau bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak salih yang mendoakannya." (HR Muslim nomor 1631)

Baca juga: Kelebihan Harusnya Disyukuri, Bukan untuk Sombong 

Demikian pula kelak di hari kiamat nanti seorang hamba akan terheran-heran, mengapa bisa meraih derajat yang tinggi padahal merasa amalan yang dilakukan dahulu di dunia tidaklah seberapa.

Hal itu pun akhirnya diketahui bahwa derajat tinggi yang diperoleh tidak lain berkat doa ampunan yang dipanjatkan sang anak untuk dirinya.

Ilustrasi anak salih. (Foto: Freepik)

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ فَيَقُولُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

"Sesunguhnya Allah Ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang salih di surga. Kemudian dia akan berkata, 'Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi kepadaku? Maka Allah menjawab, 'Hal itu dikarenakan doa yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni'." (HR Ahmad: 10618. Hasan)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Judi Haram tapi Banyak yang Menganggap Hiburan, Kok Bisa? 

Anak salih. (Foto: Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini