Beriman kepada Allah, Asiyah Istri Firaun Dibangunkan Istana di Surga

Ade Naura, Jurnalis · Sabtu 15 Agustus 2020 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 15 614 2262643 beriman-kepada-allah-asiyah-istri-firaun-dibangunkan-istana-di-surga-Kz9lWTtCSM.jpg Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

SEBUAH kisah yang mengharukan terjadi pada zaman Nabi Musa Alaihissalam, yaitu tentang Asiyah binti Muzahim, istri raja yang sangat sombong Firaun. Kisah Asiyah bisa ditemui dalam kitab suci Alquran Surah At Tahrim Ayat 11:

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱمْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

"Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: 'Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Firdaus, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."

Baca juga: Nabi Ibrahim Manusia Pertama yang Rambutnya Tumbuh Uban 

Surah ini bercerita tentang Firaun yang sangat sombong dengan mengaku sebagai Tuhan. Namun istrinya Asiyah beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Bisa dipahami bahwa dalam Alquran, Allah Subhanahu wa ta'ala menjelaskan tentang keimanan seseorang dan tidak dibedakan antara perempuan maupun laki-laki. Salah satu dari wanita yang termasuk golongan salihah adalah Asiyah binti Muzahim.

Diawali dengan cerita bagaimana Firaun akan membunuh seluruh bayi laki-laki asal Suku Bani Israil yang lahir pada masa itu, karena menurut penglihatan orang kepercayaan Firaun akan ada anak laki-laki yang nantinya mengambil singgasananya. Maka diperintahkan balatentara untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Namun, berbeda nasib dengan bayi kecil Musa.

Ketika mendengar kabar akan dibantainya bayi laki-laki dari Bani Israil, ibunda Nabi Musa Alaihissalam memutuskan menghanyutkan bayi Musa di Sungai Nil. Hingga akhirnya ditemukan oleh Asiyah di sungai dalam sebuah keranjang. Ketika dibuka ternyata seorang bayi mungil.

Firaun sebenarnya sangat ingin sekali membunuh Musa, namun Asiyah mengatakan tidak untuk membunuhnya, di mana Asiyah akan merawat dan membesarkan Musa seperti anak sendiri.

Baca juga: Kisah Sahabat Mush'ab bin Umair, Duta Islam Pertama di Zaman Rasulullah 

"Begitu ia melihat Nabi Musa Alaihissalam, Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan rasa cinta yang luar biasa kepada bayi ini. Sehingga, istri Firaun benar-benar sayang kepada Nabi Musa. Dikatakan bahwa ia sudah lama tidak punya anak, sehingga ingin punya anak. Cintalah ia kepada anak tersebut," cerita Ustadz Dr Firanda Andirja, dikutip dari akun Youtube-nya, Sabtu (15/8/2020).

Firaun melihat Musa dan mirip sekali seperti Suku Bani Israil. Asiyah mengatakan kepada Firaun, "Ini adalah penyejuk hati kita, jangan kau bunuh dia. Semoga dia bermanfaat bagi kita, dan mungkin kita angkat dia jadi anak."

Melihat keimanan Asiyah, bisa disimpulkan bagaimana ia merawat Musa. Pada awalnya adalah karena Asiyah menyaksikan seorang tukang sisir anaknya yang dibunuh oleh suaminya sendiri. Sang tukang sisir bernama Masyitoh itu dibunuh bersama anak-anaknya karena beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Kala itu Masyitoh sedang menyisir rambut anak Firaun, tiba-tiba sisirnya jatuh dan ketika mengangkatnya Masyitoh menyebut "Bismillah". Lalu anaknya itu pun melaporkan kepada ayahnya bahwa ada yang memiliki Tuhan selain Firaun. Bahkan Masyitoh berkata, "Allah itu Rabb-ku dan Rabb bapakmu."

Baca juga: Hebatnya Khasiat Urine Unta Bisa Sembuhkan Penyakit Edema 

Masyitoh dipanggil oleh Firaun dan ia memerintahkan untuk membawa panci besar yang diisi dengan minyak untuk merebus Masyitoh beserta anak-anaknya. Satu per satu anak Masyitoh dimasukkan ke panci besar itu hingga akhirnya tinggal anaknya yang masih menyusui. Sangat berat melihat anak anaknya satu per satu dibunuh.

Pada saat itu Allah memberikan keajaiban dengan bayinya ini berbicara kepada Masyitoh, "Tidak apa-apa Ibunda, masuklah ke dalam panci tersebut. Sesungguhnya azab dunia lebih ringan daripada azab akhirat." Maka ia pun melemparkan dirinya ke panci panas tersebut, dan bau wangi Masyitoh beserta anak-anaknya tercium oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam ketika Isra Mikraj.

Baca juga: Kenapa Nabi Muhammad Menerima Wahyu di Gua Hira Bukan di Masjidil Haram? 

Dikatakan bahwa Asiyah menyaksikan peristiwa ini, dan ini memengaruhi keimanannya, bagaimana ia tegar dan merawat Musa. Ketika Firaun tahu Asiyah ini beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, ia mengazab Asiyah. Firaun mengikat tangan dan kaki Asiyah dan ditarik dengan ditaruhkanlah batu besar di badannya, disiksa di bawah panas teriknya matahari sampai meninggal.

Tatkala itulah Asiyah berdoa kepada Allah, "Ya Rabb-ku bangunkanlah di sisimu istana di surga, dan selamatkan aku dari Firaun dan perbuatannya." Allah Subhanahu wa ta'ala pun menyelamatkannya dari Firaun, Asiyah meninggal dunia dan akan ditempatkan di surga.

Wallahu a'lam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini