Begini Proses Turunnya Alquran hingga Sampai ke Kita

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Minggu 16 Agustus 2020 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 16 614 2262964 begini-proses-turunnya-alquran-hingga-sampai-ke-kita-HfIJ3w5U1x.jpg ilustrasi (stutterstock)

Sedangkan Ibn Abbas menggambarkan Nabi Muhammad sebagai pembawa wahyu "dengan susah payah dan menggerakkan bibirnya dengan cepat".

Setelah beberapa kali wahyu Allah turun kepada Nabi Muhammad SAW, beliau mulai mengingatnya. Menghafal dianggap penting dan dipraktikkan secara luas di tahun-tahun awal Islam. Nabi Muhammad SAW mulai meminta para sahabatnnya untuk turut menghafal Alquran dan menggunakan berbagai cata untuk menjadikan wahyu-wahyu tersebut benar tersimpan dalam benak mereka.

Menurut Ibn Ishaq, penyusun salah satu biografi pertama Nabi Muhammad, Abdullah ibn Mas'ud adalah orang pertama, setelah Muhammad, yang membaca Alquran di depan umum dan pada kesempatan ini dipukuli dengan kejam. Sahabat terdekat Nabi Muhammad, Abu Bakar, juga dikenal membaca Alquran di luar rumahnya di Makkah. Alquran dihafal oleh para sahabat selama masa hidup Nabi Muhammad dan tradisi ini terus berlanjut sampai generasi berikutnya.

Bahkan saat ini umat Islam yang tidak dapat membaca bahasa Arab menghafal kata-kata yang sama persis dengan yang dihafal oleh orang Arab pada abad ke-7 Masehi. Mayoritas orang Arab tidak terpelajar, termasuk Nabi Muhammad; namun pentingnya kata-kata tertulis dipahami dengan baik.

Mempertahankan wahyu Allah adalah yang terpenting; karena itu orang-orang yang dapat dipercaya dan berpengetahuan menghafal dan menuliskan kata-kata Alquran.

Diantaranya adalah 4 orang yang ditakdirkan untuk mengikuti Muhammad sebagai pemimpin bangsa Muslim dan seorang pria bernama Zaid ibn Thabit, yang akan berperan penting dalam pelestarian Alquran untuk banyak generasi berikutnya.

Media untuk menulis sulit diperoleh dan pada masa-masa awal Islam. Sebagian dari Alquran ditulis pada kulit binatang, batu tipis berwarna terang, tulang, dan bahkan batang. Para sahabat menuliskan wahyu-wahyu dan Nabi Muhammad akan mendengarkan orang-orang membaca dari kata-kata tertulis tersebut untuk memastikan tidak ada kesalahan. Bisa dikatakan bahwa Alquran ditulis di bawah pengawasan langsung Nabi Muhammad, sebagai penerima wahyu Allah SWT.

Alquran tidak diturunkan secara berurutan, tetap secara berangsur-angsur dan acak. Namun Malaikat Jibril menginstruksikan Nabi Muhammad tentang bagaimana menyusun Alquran dalam urutan yang benar, sesuai dengan perintah dari Allah SWT.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya