Cara Menghindari Sifat Ujub terhadap Amal Perbuatan

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Senin 17 Agustus 2020 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 17 330 2263469 cara-menghindari-sifat-ujub-terhadap-amal-perbuatan-3DrERl9baa.JPG KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym (Foto: Instagram/@aagym)

BERBUAT baik dan beramal shaleh sangat dianjurkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan RasulNya. Namun, terkadang kita sebagai manusia kerap lupa, bahwa tak sedikit dari kita yang merasa telah banyak berbuat baik hingga timbul perasaan tinggi hati akan amalan-amalan yang telah dilakukan.

Padahal, hanya Allah yang berhak menilai dan menentukan apakah amal ibadah tersebut layak diterima dan diganjar pahala atau tidak.

Sebagai manusia, tentunya kita harus senantiasa bersikap terpuji, dengan selalu rendah hati ketika melakukan atau mendapat sesuatu yang baik. Sehingga terhindar dari tersiratnya hal-hal buruk di balik perbuatan tersebut.

“Jadi, kita tidak boleh menganggap Allah memperhatikan kita karena amal-amal kita. Benar kita harus beramal, tetapi jangan ujub seakan-akan karena amal itulah Allah menolong kita. Allah tidak terikat dengan amalan kita,” ucap dai kondang KH Abdullah Gymnastiar dikutip dari channel YouTubenya, Aagym Official, Senin (17/8/2020).

Baca juga: Wanita Paling Mudah Masuk Surga, Ini Penjelasan Ustadz Das'ad Latif

Lebih lanjut pendakwah asal Bandung, Jawa Barat ini menjelaskan bahwa pemberian Allah Subhanahu wa Ta'ala tak bisa dinilai sebagai balasan langsung dari panjatan doa yang kita minta kepadaNya. Sebab, Allah akan mengabulkan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Contohnya ketika kita masih berada dalam rahim, kita belum bisa berdoa, beribadah atau menunaikan amalan, tetapi Allah tetap memberi karuniaNya kepada kita. Manusia diciptakan, diurus, padahal kita masih tidak tahu apapun saat masih di dalam rahim, karena membutuhkan perlindunganNya.

“Oleh karena itu kita maksimalkan ibadah, ikhtiar dan doa kita tetapi jangan menganggap Allah itu memperhatikan kita karena doa-doa kita. Doa saja yang terbaik, dan amal yang terbaik. Nanti hasilnya kalau tidka sesuai dengan yang kita minta, tidak usah kecewa. Kitapun sampai saat ini sudah mendapatkan banyak hal terbaik tanpa kita minta,” tutur Aa Gym.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid itu berpesan, sebaiknya manusia fokus berdoa sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah Ta'ala. Jangan pernah membiarkan adanya pikiran bahwa pemberian Allah ialah semata-mata karena doa-doa yang kita panjatkan.

Karena sejatinya, doa itu harus lebih dari sekadar berdoa. Yang paling penting dari doa ialah mempertegas dan memperjelas keyakinan kita kepada Allah bahwa Dialah Tuhan pemilik sekaligus penentu segalanya.

“Janganlah merasa amalan dan doa kita yang membuat Allah berbuat sesuatu kepada kita, karena sesungguhnya kita beramal dan berbuat juga karena syukur Allah semata. Jangan pernah ujub dengan apapun yang sudah kita lakukan karena kita bisa berbuat baik juga karena Allah yang membimbing kita," tutup Aa Gym.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini