Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Muharram Jadi Bulan Pertama pada Kalender Hijriah

Saskia Rahma Nindita Putri , Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2020 |00:10 WIB
Sejarah Muharram Jadi Bulan Pertama pada Kalender Hijriah
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
A
A
A

BULAN Muharram menjadi salah satu bulan spesial dalam sejarah panjang Islam. Bulan yang merupakan bulan pertama di kalender Hijriah ini nyatanya melalui musyawarah panjang dari para sahabat dan kaum muslimin dalam penentuannya.

Sejarah bermula dari kehidupan masyarakat Arab yang pada saat itu kebingungan menentukan tahun. Sebelumnya, di masa silam sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab menggunakan kalendar Qamariyah, yakni kalendar yang didasari dengan peredaran bulan. Penentuan masuknya tanggal 1 di bulan baru disepakati dengan tanda munculnya hilal.

Hanya saja, dalam penggunaan kalender tersebut, masyarakat jazirah Arab belum memiliki penentuan tahun. Mereka hanya mengetahui tanggal dan bulan tanpa tahu tahunnya karena belum ditetapkan secara pasti pada saat itu.

Yang biasa dijadikan acuan tahun di zaman tersebut adalah peristiwa-peristiwa besar yang terjadi, seperti tahun gajah, yang pada saat itu ada peristiwa besar berupa serangan pasukan gajah dari Yaman oleh Raja Abrahah. Kemudian terdapat Tahun Fijar, yakni tahun terjadinya Perang Fijar, atau Tahun renovasi Kakbah, yang pada saat itu sempat dibangun ulang karena terjadinya bencana banjir.

Dilansir dari channel YouTube Yufid TV, penentu tahun di zaman dahulu juga dapat diukur dari wafatnya seorang tokoh, seperti misalnya 10 tahun setelah meninggalnya Ka’ab bin Luai. Penentuan tahun dengan cara ini berlangsung sampai masuknya zaman Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Baca juga: Tahun Baru Islam 1442H Jadi Momen Penting untuk Hijrah

Sampai akhirnya pada zaman Umar bin Khattab menjadi khalifah, di tahun ketiga belia menjabat sebagai khalifah, beliau mendapatkan sepucuk surat dari Abu Musa al Asy’ari radhiyallahu anhu yang saat itu menjabat sebagai gubernur untuk Bashrah.

Dalam surat tersebut, Abu Musa mengatakan bahwa: “Telah datang kepada kami beberapa surat dari Amirul Mukminin. Kami telah mempelajari satu surat yang ditulis pada bulan Sya’ban, tetapi kami tidak tahu surat tersebut Sya’ban tahun ini atau tahun kemarin,”.

Terkait peristiwa tersebut, Umar kemudian mengumpulkan para sahabat di Madinah. Beliau meminta untuk menetapkan tahun untuk masyarakat agar dapat dijadikan acuan. Dalam perundingan tersebut, salah satu di antaranya mengusulkan untuk menggunakan tahun bangsa Romawi, namun usulan ini ditolak karena tahun Romawi sudah terlalu tua, sudah dibuat dari zaman Dzulqarnain.

Kemudian disebutkan oleh Al-Hakim dari Al-Mustadrak, dari Said bin Al Musayib, beliau menceritakan, “Umar bin Khattab mengumpulkan Kaum Muhajirin dan Anshar dan bertanya mulai kapan kita menulis tahun. Kemudian Ali bin Abi Thalib mengusulkan untuk menetapkan sejak Rasulullah hijrah meninggalkan negeri itu menuju Madinah.”

Dari sinilah kemudian Umar dari orang-orang di sana sepakat untuk menetapkan tahun peristiwa terjadinya hijrah tersebut sebagai tahun pertama Hijriah. (Al-Mustadrak dan dishahihkan oleh Adz Dzahabi).

Al-Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan para sahabat yang diajak musyawarah bahwa kejadian yang bisa dijadikan acuan tahun kalender ada 4 yakni tahun kelahiran Nabi Muhammad, tahun ketika beliau diutus Allah Ta'ala menjadi rasul, tahun hijrahnya Nabi Muhammad, dan tahun wafatnya Nabi Muhammad.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement