Wajib Tahu, Ini Keutamaan Puasa Asyura yang Luar Biasa

Ade Naura, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 330 2268218 wajib-tahu-ini-keutamaan-puasa-asyura-yang-luar-biasa-r7uggKahgj.JPG Ustadz Khalid Basalamah (Foto: YouTube/@Khalid Basalamah Official)

TANGGAL 9 dan 10 Muharram adalah hari di mana kita disunahkan untuk puasa di kedua hari tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kita untuk berpuasa di hari Tasua dan Asyura.

"Tasua diambil dari kata-kata Tis’a yang berarti sembilan dan Asyura berasal dari kata Asyr yang berarti sepuluh," ucap dai kondang Ustadz Khalid Basalamah dikutip dari channel YouTube, Islam Terkini, Kamis (27/8/2020).

Ustadz Khalid menerangkan, ada cerita di balik mengapa kita dianjurkan untuk berpuasa di dua hari tersebut. Pada saat itu ada sahabat Nabi datang kepada beliau, tepatnya 10 Muharram setelah Sholat Dhuha. Ia mengatakan kepada Nabi bahwa hari ini orang-orang Yahudi berpuasa.

Baca juga: Padu Padan Nuansa Nude Neutral ala Hijaber Larissa Chou

Lalu, Nabi mengatakan untuk mengumpulkan informasi mengapa bisa orang Yahudi pada saat itu berpuasa. Dan ketika kembali ia mengatakan “Orang-orang Yahudi berpuasa Ya Rasulullah, karena merasa 10 Muharram ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dari kejaran Fir’aun. Mereka berpuasa sebagai tanda syukur kepada Allah,” kata sahabat itu.

Nabi pun berkata: “Kami orang Islam lebih pantas menghormati Musa dari pada mereka,” Lalu pada saat itu juga Rasulullah memerintahkan untuk berpuasa. Manfaat dari berpuasa 9 dan 10 Muharram menurut hadits riwayat Bukhari, Nabi mengatakan akan diampuni dosa-dosanya 365 hari ke belakang atau setahun yang lalu.

"Dan mengapa kita juga harus berpuasa di hari Tasua agar kita muslim tidak sama dengan Yahudi. Sebagaimana beliau bersabda dalam hadits riwayat Tirmidzi: 'Kalau saya masih hidup tahun depan akan saya pasangkan 9 dengan 10 agar tidak sama dengan Yahudi' Maka dari itu kita harus bisa mencoba beramal sholeh, karena kesempatan masih ada dan gunakanlah sebaik-baiknya," tutur pendakwah kelahiran Makassar ini.

Dirinya berpesan umat muslim untuk memaksimalkan waktu untuk beribadah. Para dai kata dia, hanya bisa menyerukan sedangkan tugas kita ialah mengeksekusi atau menjalankannya.

"Jangan selalu menunda-nunda amal sholeh sampai kita ajal kita datang, atau sampai (sakit) stroke, sampai menjadi sesuatu yang tidak benar seperti masuk ke ruang ICU. Kita tidak tahu kapan ada peluang lagi untuk beramal sholeh, berubah menjadi lebih baik dan sholeh adalah prestasi. Dan tetap dalam keterpurukan adalah kesalahan fatal. Oleh karena itu maksimal dalam ibadah, dan harus dari diri kita yang berubah,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini