10 Fakta Pertempuran Karbala yang Harus Diketahui

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 614 2270076 10-fakta-pertempuran-karbala-yang-harus-diketahui-X4QxnyPS3i.jpg Ilustrasi (Pond5)

PERTEMPURAN Karbala terjadi pada 10 Muharram 61 Hijriah atau 10 Oktober 680 Masehi di wilayah Karbala, Irak. Perang Karbala merupakan kelanjutan dari riwayat panjang tentang perselisihan dan permusuhan kaum Muslimin sepeninggal Rasulullah.

Karen Amstrong dalam Sepintas Sejarah Islam (2000) menyebutnya sebagai "fitnah" yang melanda dunia Islam. Dan Perang Karbala pula yang menjadi puncak permusuhan itu menjadi batu tapal dimulainya keterbelahan antara kaum Sunni dan Syiah secara luas di seluruh dunia.

Baca juga: Kaum Syiah Irak Peringati Kematian Imam Husein di Tengah Lonjakan Covid-19

Pertempuran Karbala diamati dengan mengingat Martir Karbala setiap Muharram oleh setiap Muslim, yang datang dari seluruh dunia pada hari kesepuluh, yang dikenal sebagai Hari Asyura.

Apa saja yang terjadi saat pertempuran karbala?

Melansir dari The Islamic Information, Senin (31/8/2020), berikut 10 fakta tentang pertempuran karbala:

1. Orang-orang Kufah mengundang Imam Hussain (RA) ke Kufah untuk mencari petunjuk agar tidak memulai perang

Orang-orang yang tinggal di Kufah telah meminta bantuan Imam Hussain (RA) karena mereka menyatakan bahwa Yazid (Khalifa saat itu) menindas mereka.

2. Muslim Ibn-e-Aqeel digelari sebagai Martir pertama dalam pertempuran Karbala

Imam Hussain (RA) mengirim Ibn-e-Aqeel dengan bimbingan yang tepat untuk orang-orang yang tinggal di Kufah tetapi dia kemudian menjadi martir oleh Tentara Yazid.

Ibn-e-Aqeel adalah keponakan Ali bin Abi Thalib (RA) dan sepupu Imam Hassan (RA). Ibn-e-Aqeel juga menikah dengan putri Hazrat Ali (RA) Ruqqaiya.

3. Imam Hussain (RA) tidak membawa Tentara bersamanya ke Karbala

Hanya ada 72 orang dengan Imam Hussain (RA), termasuk Wanita, Anak-anak, dan anggota keluarganya karena dia ada di sana untuk berdamai, bukan perang.

4. Pertemuan Imam Hussain (RA) dengan seorang penyair selama perjalanannya ke Kufah

Penyair itu mengatakan kepada Imam Hussain (RA) bahwa dia tidak boleh pergi ke Kufah, karena orang-orang Kufah sedang mencoba membunuhnya dan bergabung dengan aliansi pemerintah.

5. Setelah mencapai Karbala, hal pertama yang dilakukan Imam Hussain (RA) adalah membeli tanahnya sendiri di sana

Dia membeli tanah di Karbala setelah sampai di sana, karena Imam Hussain (RA) tahu bahwa itu akan menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.

Tentang Imam Hussain, (RA) kesyahidan di Karbala sudah diceritakan bahkan sebelum kelahirannya.

6. Kembalinya Hur kepada Imam Hussain (RA)

Hur, yang pernah menjadi tentara Yazid, kembali padanya dan kemudian bergabung dengannya.

Hur adalah orang yang menghentikan Imam Hussain (RA) dan anggota keluarganya untuk mendapatkan air.

7. "Ali Asghar (RA)" adalah Martir termuda di Karbala

Sebuah panah beracun menghantam namanya ketika dia baru berusia 6 bulan, Dia adalah orang termuda yang menjadi martir dalam pertempuran Karbala.

8. Satu-satunya laki-laki yang selamat dalam pertempuran Karbala adalah Zain Ul Abideen (RA)

Zain Ul Adibeen (RA) sedang sakit dan karena sakitnya dia tidak bisa melawan. Setelah Imam Hussain (RA) syahid, dia ditahan sebagai tahanan bersama wanita dan anak-anak lain yang tersisa di keluarga Imam Hussain (RA).

9. Syuhada terakhir dalam pertempuran Karbala adalah Imam Hussain (RA)

Allahuakbar! Syuhada Imam Hussain (RA) dengan memenggal kepalanya, Imam Husain (RA) adalah syuhada terakhir dalam pertempuran ini.

10. Tentara Kejam Yazid menangkap Wanita dalam keluarga Imam Hussain (RA) sebagai tawanan!

Para wanita dari keluarga Nabi Muhammad (SAW) diarak melalui kota Suriah untuk dijadikan tawanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini