Mau Wudhu, Apakah Wajib Bersihkan Make Up atau Tidak?

Selasa 01 September 2020 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 330 2270684 mau-wudhu-apakah-wajib-bersihkan-make-up-atau-tidak-AFK73tHZid.jpeg Ilustrasi wudhu (Foto Tepe)

KEHIDUPAN perempuan biasanya tak lepas dari make up. Kadang saat wajah sudah berhias make up, tibalah waktu sholat. Tentu saja harus berwudhu dulu agar bisa menunaikan sholat.

Nah, masalahnya sisa make up kadang bisa menghalangi air sampai pada anggota wudhu. Terus, apakah wajib membersihkan make up dulu atau tidak sebelum berwudhu?

Melansir dari kolom konsultasi Lirboyo.net, Selasa (1/9/2020), dijelaskan bahwa untuk masalah ini yang perlu dipahami dulu adalah bagaimana karakteristik dari jenis make up yang dipakai.

Baca juga: 7 Hal yang Harus Dihindari saat Wudhu, Nomor 3 Sering Keceplosan

Jika make up tersebut membentuk lapisan baru, misalkan make up waterproof dan sejenisnya, maka wajib dihilangkan terlebih dahulu sebelum wudhu. Karena hal tersebut menunjukkan ada sesuatu yang menghalangi sampainya air pada kulit.

Imam an-Nawawi menjelaskan dalam karyanya yang berjudul Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab:

إذَا كَانَ عَلَى بَعْضِ أَعْضَائِهِ شَمْعٌ أَوْ عَجِيْنٌ أَوْ حِنَاءٌ وَاشْتِبَاهُ ذَلِكَ فَمَنِعَ وُصُوْلَ الْمَاءِ اِلَى شَيْئٍ مِنَ الْعُضْوِ لَمْ تَصِحَّ طَهَارَتُهُ سَوَاءٌ كَثُرَ ذَلِكَ أَمْ قَلَّ وَلَوْ بَقِيَ عَلَى الْيَدِ وَغَيْرِهَا أَثَرُ الْحِنَّاءِ وَلَوْنُهُ دُونَ عَيْنِهِ أَوْ أَثَرُ دُهْنٍ مَائِعٍ بِحَيْثُ يَمَسُّ الْمَاءُ بَشَرَةَ الْعُضْوِ وَيَجْرِي عَلَيْهَا لَكِنْ لَا يَثْبُتُ صَحَّتْ طَهَارَتُهُ

“Apabila pada sebagian anggota wudhu terdapat lapisan lilin, adonan, inai (kutek), dan sesamanya dan hal tersebut mencegah sampainya air pada anggota, maka wudhunya tidak sah, baik banyak atau sedikit. Dan apabila di tangan atau sesamanya terdapat bekas inai (kutek) dan warnanya, bukan lapisannya, atau terdapat bekas minyak cair sekiranya air masih bisa mengenai kulit anggota wudhu dan mampu mengalir di atasnya meskipun tidak menetap, maka wudunya sah.” (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, I/468)

Sebaliknya, jika make up tersebut tidak membentuk lapisan baru, namun hanya sekadar bekas yang dapat hilang atau menyerap air dengan mudah, maka tidak wajib dibersihkan terlebih dahulu.

Kecuali keberadaan make up yang tipis tersebut dapat bercampur dan merubah sifat air, maka juga wajib dibersihkan.

Imam Ibnu Hajar juga menegaskan dalam kitab Tuhfah al-Muhtaj demikian:

وَأَنْ لَا يَكُونَ عَلَى الْعُضْوِ مَا يُغَيِّرُ الْمَاءَ تَغَيُّرًا ضَارًّا أَوْ جُرْمٌ كَثِيفٌ يَمْنَعُ وُصُولَهُ لِلْبَشَرَةِ

“Hendaklah pada anggota tubuh tidak ada sesuatu yang dapat merubah air dengan perubahan yang berpengaruh (pada sifat air) atau sesuatu yang tebal yang mencegah sampainya air pada kulit.” (Tuhfah al-Muhtaj Hamisy Asy-Syarwani, I/187)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini