Mutowif di Masjidil Haram: Ini Lebih Baik dari Pekerjaan Apapun di Dunia

Nazmi Tsaniya, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 614 2319771 mutowif-di-masjidil-haram-ini-lebih-baik-dari-pekerjaan-apapun-di-dunia-9YPgfwfcJd.jpg Sebanyak 50 staf wanita milenial di Masjidil Haram siap membantu jamaah perempuan lanjut usia dalam melaksanakan umrah. (Foto: Saudi Gazette)

JAKARTA - Otoritas Masjidil Haram telah menugaskan sekitar 50 staf wanita milenial, untuk melayani para jamaah wanita lansia yang tengah menjalani ibadah umrah.

Masing-masing dari karyawan wanita yang menyandang gelar mutawif itu ditugaskan menemani para peziarah wanita lanjut usia dan membimbing mereka ke berbagai tempat di dalam Masjidil Haram.

Baca Juga: Mengumandangkan Adzan Ada Aturannya, Berikut Syarat Jika Akan Diubah

Merekalah yang membimbing para wanita lansia dalam beribadah sekaligus memberi tahu tentang perlunya mematuhi tindakan pencegahan dan protokol kesehatan guna mencegah Virus Corona.

Para pendamping ibadah ini juga mengemudikan motor skutik maupun kursi roda bagi para jamaah lansia atau jamaah berkebutuhan khusus, saat melakukan tawaf.

Para staf perempuan ini mengungkapkan kegembiraannya karena mendapat kesempatan emas.

Baca Juga: Cara Tumbuhkan Sifat Qanaah, Tanpa Perlu Bersedih dan Tetap Bersyukur

Rehab Al-Harthy, salah satu staf perempuan, mengaku telah melayani jemaah umrah perempuan sejak tujuh tahun lalu.

“Awalnya saya pegawai dan kemudian dipromosikan menjadi pejabat. Tidak ada kata-kata yang mengungkapkan kegembiraan saya mendapat kesempatan mengabdi kepada jemaah. Bukan hanya sebagai pekerjaan untuk dunia ini tapi juga amal baik untuk akhirat,” ujarnya, demikian seperti dikutip dari saudigazette, Rabu (2/12/2020).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Kami, 50 orang, datang ke Masjidil Haram untuk menawarkan layanan sukarela tujuh tahun lalu dan menawarkan pekerjaan dengan dedikasi penuh. Makanya, otoritas Masjidil Haram menugaskan kami untuk melayani kursi roda bagi jemaah haji wanita dan akhirnya kami mulai menerima gaji bulanan,” ujarnya.

Bagi Meeaad Al-Tuwairqi, melayani peziarah di tempat suci paling suci Islam adalah realisasi mimpinya dan jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan selama ini.

 Baca Juga: Penting bagi Umat Muslim untuk Miliki Rasa Diawasi meski Sendirian, Mengapa?

“Sejak kecil, passion saya adalah mengulurkan tangan membantu orang lain dan permohonan saya adalah mendapatkan kesempatan untuk melayani para tamu Tuhan. Sekarang, saya bekerja setiap hari delapan jam dari jam 15.00 WAS sampai jam 23.00 WAS,”katanya.

Dia menambahkan bahwa dia permohonannya dikabulkan melebihi harta apa pun di dunia ini.

Pengalaman lain diungkapkan Arwa Ahmad. Dia mengaku melayani jemaah wanita lansia layaknya melayani ibu kandungnya sendiri.

Sementara Zulfah Ahmad, seorang wanita ekspatriat Mesir yang tinggal di Al-Qassim, mengatakan bahwa keberadaan motor skutik dengan biaya yang wajar, sangat membantu para lansia menyelesaikan umrah

“Awalnya saya takut datang ke Makkah untuk umroh karena ketakutan akan pandemi. Namun, saya sangat terkesan dengan pengaturan yang cermat dan tindakan pencegahan yang dilakukan di dalam Masjidil Haram untuk membendung penyebaran pandemi. Alhamdulillah, karena saya diberi kesempatan untuk melakukan ibadah dengan sangat mudah dan nyaman,” tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya