Keringanan Sholat meski Sedang Sakit, Begini Panduannya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 330 2354519 keringanan-sholat-meski-sedang-sakit-begini-panduannya-qSpmztEP3A.jpg Meski sedang terbaring sakit, sholat harus tetap dilakukan. (Foto: Freepik)

JAKARTA- Umat muslim wajib menegakkan sholat. Tetapi jangan khawatir, terdapat keringanan bagi umat muslim untuk sholat meski sedang sakit.

Dari Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Aku pernah menderita penyakit bawasir. Maka aku bertanya kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengenai bagaimana aku sholat. Beliau bersabda, ‘shalatlah sambil berdiri, jika tidak mampu maka shalatlah sambil duduk, jika tidak mampu maka shalatlah dengan berbaring menyamping’.” (H.R. Al Bukhari).

Baca Juga: Viral, Masjid Raya Asmaul Husna Ternyata Karya Ridwan Kamil

Dikutip dari buku "Rahasia di Balik Sakit" oleh Ustadz Abu Salman. B.I.S dikutip pada Senin (1/2/2020) disebutkan:

1.Cara shalat orang yang tidak mampu berdiri

Sholat meski sedang sakit yang tidak mampu berdiri, maka sholatnya sambil duduk. Dengan ketentuan:

A.Yang paling utama adalah dengan cara duduk bersila. Namun jika tidak memungkinkan, maka dengan cara duduk apapun yang mudah untuk dilakukan.

Baca Juga: Ada Kerupuk dan Gorengan, Yuk Intip Lebih Detail Menu Jamaah Umrah saat Dikarantina di Madinah

B. Duduk menghadap ke kiblat. Jika tidak memungkinkan maka tidak mengapa.

C. Bertakbir dan bersedekap sama sebagaimana ketika

shalat dalam keadaan berdiri.

D. Rukuk dengan membungkukkan badan sedikit. Kedua telapak tangan di lutut.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

E. Bersujudnya sama sebagaimana sujud biasa jika memungkinkan. Jika tidak memungkinkan maka,

dengan membungkukkan badannya lebih banyak dari ketika rukuk.

F. Bertasyahud dengan meletakkan tangan di lutut dan melakukan tasyahud seperti biasa.

2. Cara shalat orang yang tidak mampu duduk

Orang yang tidak mampu berdiri dan tidak mampu duduk, maka sholatnya sambil berbaring. Sholat sambil berbaring ada dua macam:

A. Berbaring menyamping (‘ala janbin)

Ini yang lebih utama jika memungkinkan. Tata caranya:

* Berbaring menyamping ke kanan dan ke arah kiblat jika memungkinkan. Jika tidak bisa menyamping ke

kanan maka menyamping ke kiri namun tetap ke arah kiblat. Jika tidak memungkinkan untuk menghadap

kiblat maka tidak mengapa.

* Bertakbir dan bersedekap sama sebagaimana ketika sholat dalam keadaan berdiri.

* Rukuk dengan sedikit menundukkan kepala. Kedua tangan diluruskan ke arah lutut.

* Bersujud dengan menundukkan kepala lebih banyak dari ketika rukuk. Kedua tangan diluruskan ke arah lutut.

 * Bertasyahud dengan meluruskan tangan ke arah lutut namun jari telunjuk tetap berisyarat ke arah kiblat.

B. Telentang (mustalqiyan)

Jika tidak mampu berbaring ‘ala janbin (menyamping), maka mustalqiyan (terlentang). Tata caranya:

* Berbaring telentang dengan kaki menghadap kiblat. Yang utama, kepala diangkat sedikit dengan ganjalan seperti bantal atau semisalnya sehingga wajah menghadap kiblat. Jika tidak memungkinkan untuk menghadap kiblat maka tidak mengapa.

* Bertakbir dan bersedekap sama sebagaimana ketika sholat dalam keadaan berdiri.

*- Rukuk dengan sedikit menundukkan kepala. Kedua tangan diluruskan ke arah lutut.

Sholat meski sedang sakit bisa melakukan sujud dengan menundukkan kepala lebih banyak dari ketika rukuk. Kedua tangan diluruskan ke arah lutut.

* Bertasyahud dengan meluruskan tangan ke arah lutut, namun jari telunjuk tetap berisyarat ke arah kiblat. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya