Jagalah Perasaan Istri, Jangan Hancurkan Hati dan Harapannya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 330 2359246 jagalah-perasaan-istri-jangan-hancurkan-hati-dan-harapannya-sftQi9qMtA.jpg Suami jangan membanding-banding istrinya dengan perempuan lain, begitupun sebaliknya. (Foto:Ilustrasi/Freepik)

JAKARTA- Jagalah perasaan Istri salah satunya dengan menjauhi jauhi sifat membanding-bandingkannya dengan orang lain. Sebab apa yang suami miliki saat ini adalah rezeki yang sudah ditakdirkan.

Nasihat Ustaz Syafiq Riza Basalamah ini disampaikan untuk pasangan suami-istri. Dikutip dari pesannya di grup kajian pada Selasa (9/2/2021) dia menuliskan;

Jangan suka membanding-bandingkan. Istrimu adalah rizkimu, istrimu adalah pilihanmu, istrimu adalah takdirmu.Maka jangan memandang kepada selain milikmu. Dan jangan membanding-bandingkannya dengan wanita yang bukan milikmu.

Baca Juga: Jazakallahu Khairan Apa Artinya dan Bagaimana Cara Membalasnya

Begitu pula sebaliknya untuk para istri, tidak layak baginya untuk membandingkan suaminya dengan lelaki lain.

Sebagian suami tatkala membandingkan istrinya dengan wanita yang dalam pandangannya lebih sempurna daripada istrinya, ia berdalih bahwa hal itu dilakukannya demi memotivasi istrinya. Namun terkadang tujuan dibalik itu adalah untuk melampiaskan emosi dan memojokkan istrinya.

Baca Juga: Eksklusif Liputan dari Makkah: Penampakan Sepinya Pasar di Sekitar Masjidil Haram

"Cobalah berdiam sejenak untuk merenungkan akibat dan dampak buruk yang ditimbulkan dari perbuatannya ini. Apakah tujuan untuk memotovasi istrinya akan tercapai? Atau malah membuat luka hati istrinya, merusak perasaannya, mengotori kesuciannya, menghancurkan harapannya," tulisnya.

Dia mengingatkan pada dasarnya wanita atai istri tidak sudi dibanding-bandingkan dengan perempuan lainnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Para suami pun diingatkan bahwa hal di atas tadi tidak akan suka dialaminya, dibanding-bandingkan dengan pria lain. Walaupun luka akibat perbandingan itu tidak separah luka di hati seorang wanita yang diciptakan lebih perasa daripada lelaki.

"Kebanyakan manusia tatkala melakukan perbandingan, maka tidak objektif. Hanya melihat kepada satu atau dua sisi dari orang yang dijadikan tandingan, dan ini adalah perbandingan yang tidak adil,"sebutnya.

Bisa jadi, kata dia, istri memiliki banyak kelebihan dari sisi yang berbeda, dan kebanyakan orang hanya melihat kulitnya saja. Sementara suami pasti mengenal istrinya kulit dan isinya.

"Sebagaimana istilah yang terkenal rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri," lugasnya.

"Yang kau perlukan bila melihat sesuatu yang kau sukai dari dirinya, berikanlah nasihat dan bimbingan untuknya, dan sebelum itu katakan padanya bahwa kau pun ingin menjadi lebih baik untuknya," bebernya.

Lalu, kata dia, sebutkanlah kelebihan-kelebihannya, sanjunglah dengan kata-kata yang menyejukan jiwa, lalu hantarkan keinginanmu darinya tanpa membandingkannya dengan wanita lain. "Maka dengan itu kau telah memotivasinya untuk lebih baik tanpa menyayat hatinya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini