Bayt al-Hikmah atau Rumah Kebijaksanaan Menyimpan Ide Ilmu Pengetahuan Berkembang

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 614 2366892 bayt-al-hikmah-atau-rumah-kebijaksanaan-menyimpan-ide-ilmu-pengetahuan-berkembang-XT09kvE0UL.jpg Patung seorang matematikawan Persia Muhammad Ibn Musa Al Khwarizmi di Uzbekistan. (Getty Images/BBC)

"Mereka yang ingin mengetahui seni dalam berhitung, mengenai kepelikan dan kecerdikannya, harus tahu menghitung dengan tangan," tulis Fibonacci dalam bab pertama karya ensiklopedia miliknya, mengacu pada angka-angka yang sekarang dipelajari di sekolah (1, 2, 3, 4 dst.).

"Dengan kesembilan figur angka dan satu tanda 0, angka-angka apa pun bisa ditulis."

Akhirnya, matematika dapat digunakan dalam berbagai bentuk.

Kejeniusan Fibonacci ini bukan sekadar kreativitasnya sebagai seorang matematikawan, tapi juga ketekunan untuk memahami ilmu dari kalangan ilmuwan Muslim selama berabad-abad: rumus penghitungannya, sistem penempatan desimalnya, dan aljabar mereka.

Kenyataannya, gagasan sistem Liber Abbaci sebagian besar berdasarkan pada algoritma Al-Khwarizmi dari abad ke-9 .

Untuk pertama kalinya, risalah revolusionernya menyajikan sebuah cara yang sistematik untuk memecahkan persamaan kuadrat.

Oleh karena temuannya ini, Al-Khawarizmi sering disebut sebagai bapak aljabar - sebuah kata yang banyak memberikan manfaat - yang berasal dari kata Arab "al-jabr", yang artinya "memulihkan bagian yang rusak".

Pada 821 ia diangkat menjadi seorang astronom dan kepala pustakawan Rumah Kebijaksanaan.

Risalah Al-Kwarizmi memperkenalkan sistem bilangan desimal di dunia Muslim," jelas Al-Khalili.

"Yang lainnya, seperti Leonardo da Pisa, membantu menyebarkannya ke seluruh Eropa."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya