JAKARTA - Puasa Ramadhan memberikan banyak manfaat bagi manusia. Di antaranya kekhusuyukan beribadah hanya dirasakan dalam keadaan lapar.
"Kuatnya ruh dan iman itu dikarenakan lapar dan mengurangi makan. Lemahnya raga dan iman dikarenakan banyaknya makan," ujar dr Zaidul Akbar dalam akun Instragramnya, seperti dikutip Rabu (14/4/2021).
Baca Juga : Jadwal Imsakiyah Bulan Puasa Ramadhan 2021
Dokter yang menerpakan jurus sehat ala Rasulullah itu menjelaskan, Allah Maha Tahu cara menguatkannya dengan Dia memberi perintah puasa Ramadhan namun karena manusia dibekali nafsu maka di situlah ujiannya.

Baca Juga : Puasa Mendahului Bulan Ramadhan, Rasulullah Ingatkan Jangan Lakukan Bila Tak Terbiasa Puasa Sunah
"Karena kekhusuyukan dalam ibadah hanya dapat dirasakan dalam keadaan lapar, berpuasa atau mengurangi makan dan terpautnya hati kepadaNya juga terbaiknya adalah dalam keadaan raga tak banyak makanan yang masuk ke dalamnya," ujarnya mengungkapkan hikmah puasa Ramadhan.
Dikutip terpisah, dari buku "20 Amalan Ringkas di Bulan Ramadhan" yang disusun oleh Rafif Zufarihsan, S.T dan dimurajaah oleh Ustadz Hasim Ikhwanuddin, S.Ars menyebutkan, sebab di pilihnya bulan Ramadhan sebagai bulan untuk berpuasa adalah karena Al-Qur'an turun pada bulan Ramadhan.
Ayat berikut menerangkan hal ini:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (Al Baqarah: 185)
Huruf fa’ pada ayat : فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ memberi makna ta’lil dan sababiyah yaitu menjelaskan sebab, sehingga hal ini memberikan isyarat bahwa sebab pemilihan bulan Ramadhan sebagai bulan puasa adalah karena Al-Qu’ran turun pada bulan tersebut.
Sementara perintah wajib puasa Ramadhan dilakukan bertahap. Apabila ada perintah untuk ibadah yang terasa berat bagi kaum muslimin, Allah Yang Maha Pengasih memberi perintah secara bertahap dan perlahan-lahan.
(Rani Hardjanti)