Sahabat Ali Tak Bisa Berkutik Saat Rasulullah Memintanya Diet

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 24 Mei 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 330 2414741 sahabat-ali-tak-bisa-berkutik-saat-rasulullah-memintanya-diet-VSdl65L4oZ.jpg Diet untuk kesehatan. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Nabi Muhammad SAW bukan saja sangat memperhatikan masalah kesehatan dirinya. Selain itu juga peduli dengan kebugaran para sahabatnya. Seperti yang dialami sahabat Ali bin Abi Thalib yang disuruh Rasulullah untuk diet.  

Dikutip dari buku pintar ‘Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah’, karya Dr. Nadiah Thayyarah, dari Ummi Mundzir bint Qais al-Anshariyah, ia berkata:

“Rasulullah menemuiku bersama Ali. Ketika itu Ali sedang sakit dan belum sembuh total. Kami memiliki buah anggur yang tergantung. Kemudian Rasulullah memakannya. Ali pun bangkit untuk ikut makan. Tetapi Rasulullah melarangnya dan berkata kepada Ali, jangan, kau ini baru sembuh dari sakit.’ Ali pun berhenti dan tak jadi makan. Kemudian aku memasak gandum dan gula, lalu kubawa masakan itu menghadap Rasulullah. Beliau lalu bersabda, ‘Wahai Ali, makanlah ini, karena ini lebih bermanfaat bagimu.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Seorang dokter dari Arab, Al-Harits ibn Kildah mengatakan, diet adalah pangkal segala obat dan lambung adalah tempat penyakit. “Pangkal kesehatan dan kesembuhan adalah diet,” ujarnya.

Baca Juga: Petugas Kebersihan Dapat Meniru Langgam Suara Imam Besar Masjdil Haram, Syekh As Sudais: Masya Allah

Ibnu Qayyim berkata, “diet ada dua macam; diet dari segala sesuatu yang mendatangkan penyakit, dan diet dari segala sesuatu yang menambah penyakit. Pertama adalah dietnya orang sehat dan kedua adalah dietnya orang sakit.”

Diet yang paling penting adalah diet yang dilakukan oleh orang yang baru sembuh dari sakitnya, karena kondisi tubuhnya belum pulih seperti sediakala. Tubuhnya mungkin sudah terasa fit, namun sistem pencernaannya masih lemah. Apabila ia dipaksa mengonsumsi.segala macam makanan justru dapat membahayakan dirinya.

Hal ini menjelaskan larangan Nabi kepada Ali memakan anggur saat Ali baru sembuh dari sakit, yakni merupakan langkah terbaik. Anggur ini bersifat lembap dan basah. Buah-buahan dapat membahayakan orang yang baru sembuh dari penyakit karena sifatnya yang cepat berubah. Sebab sesuatu yang lembap dapat membebani lambung.

Baca Juga:  Jangan Malu dan Malas, Hari Libur Membantu Pekerjaan Istri di Rumah Amalan Sunah

Tetapi ketika hidangan gandum dan gula ditaruh di hadapan beliau, Rasulullah Iangsung menyuruh Ali untuk memakannya, karena itu adalah makanan terbaik bagi orang yang baru saja sembuh. Gandum mengandung bahan pendingin, dan bergizi tinggi, terutama jika dimasak dengan bahan dasar gula. Gandum adalah makanan tcrbaik bagi orang yang lambungnya masih lemah.

Orang sakit atau yang baru sembuh hendaknya melakukan diet agar tidak membahayakan pencernaannya. Langkah ini perlu dilakukan karena lambung dan tubuh belum mampu menerima makanan secara sempurna dan untuk menghindari bahaya.

Hal ini sebuah mukjizat, jika petunjuk Nabi tentang diet amat sesuai dengan tuntutan kedokteran modern yang mengenalkan diet sebagai pengaturan pola makan secara khusus bagi pasien. Selain itu, diet yang ditetapkan pakar medis memaksa pasien agar tidak mengonsumsi makanan melebihi porsi yang telah ditetapkan. atau melarang pasien mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat membahayakan dirinya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya