Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kita Semua Pengantin: Ayat-Ayat Cinta dalam Al-Quran

Kita Semua Pengantin: Ayat-Ayat Cinta dalam Al-Quran
Al-Quran. (Foto:Freepik)
A
A
A

PALING tidak ada empat ayat tentang cinta dalam Al Quran. Cinta dunia, cinta Allah, cinta seks, dan cinta bidadari.

Bismillahirahmanirrahim. Kita semua, laki-laki perempuan, muda-tua, lajang-menikah hakikatnya adalah pengantin. Saya akan menjelaskan kesimpulan ini menggunakan sudut pandang sebuah hadist yang sangat masyhur, agar kita tidak terjebak pada gambaran yang salah mengenai Allah SWT. Begini hadistnya:

Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT sangat bergembira, menerima taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan manusia yang menemukan kembali barangnya yang hilang. (Hadist ini diriwayatkan oleh banyak perawi, dan sahih. Ada di Sahih Muslim, Bukhari, Ibnu Majah dan sebagainya).”

Dalam riwayat hadist yang lain dilukiskan bahwa, kegembiraan Allah saat itu ibarat seseorang yang menemukan tunggangan yang hilang di sebuah padang pasir yang luas. Bisa dibayangkan betapa sedihnya kehilangan unta, bisa-bisa orang tersebut akan mati di padang gersang karena tidak bisa pulang. Demikian pula, Allah sangat sedih bila hamba yang dicintainya—bahkan oleh sebuah hadist juga diungkapkan—melebihi kasih Ibu kepada anaknya tak kunjung kembali, atau bertaubat.

Saya tidak akan membahas tema pertaubatan di sini. Saya hanya meminjam hadist-hadist perumpamaan tentang ‘perasaan’ Allah itu agar kita lebih mudah dekat dengan Nya, Dzat yang Maha Agung. Ibarat kata, semacam personalisasi dalam rasa bukan pada wujud atau bentuk materi.

Hadist tersebut mengungkapkan, bahwa Allah seperti juga manusia punya rasa gembira, mangkel (kesal), tertawa dan lain sebagainya dalam merespon sesuatu. Khususnya tidak tanduk mahluknya selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu sampai yang bersangkutan meninggal.

Allah mengawasi ciptaanya tanpa tidur tanpa mengantuk. Dia mengungkapkan ini kepada kita dalam ayat kursi. Bayangkan, bila Allah tertidur, atau lupa menghidupkan matahari. Subhanallah, saya tidak bisa membayangkan.

Tapi, jangan sampai offset atau kebablasan. Tergoda mewujudkan mood Allah itu seperti mood manusia, Haram! Tidak boleh meyakini saat gembira Allah seperti prilaku manusia, misalnya jingrak-jingkrak, menangis haru keluar air mata, dan lain sebagainya.

Batas pengamannya adalah surat Al-Ikhlas, bahwa tidak ada yang bisa menyerupai Dia. Jangan sampai kita seperti umat nabi Isa, yang ngotot menyebut nabi nya itu anaknya Allah, gara-gara tidak bisa memahami mukjizat Isa yang lahir tanpa bapak, nauzubillah.

Anggaplah kucing lagi sedih. Semua hewan bisa sedih, tapi kita tak bisa tahu bentuk sedihnya seperti apa. Kalau kucing ya tetap saja mengeong, mau lapar sedih atau ingin kawin, intonasi suara atau rasa saja yang beda, makanya pernah ada video viral bagaimana kucing putih tak mau meninggalkan kuburan majikannya, saking sayangnya.

Kita dan binatang beda alam pengetahuan, tetapi ya soal rasa sama saja. Demikian juga kita dengan Allah, kita di alam nyata, Allah di alam Gaib—makanya, percaya hal gaib adalah syarat pertama orang beriman. Allah juga bisa tampak di dunia nyata dengan konsep tajalli.

Ayat Ayat Cinta

Keajaiban zaman, atau badruzzaman Said Nursi dalam Al Maktubah menjelaskan, bahwa cinta mahluk kepada mahluk itu bisa dialihkan kepada Allah. Rasa cinta seseorang kepada pacar, istri, anak, atau sanak famili itu bisa juga dipakai untuk mencintai Allah.

Ibaratnya, waktu lajang kita bisa berjam-jam ngapel, atau menunggu pacar sedang belanja tanpa merasa bosan. Bahkan, ada yang sampai telponan dari malam hingga pagi!!! Karena rasa cinta.

Bayangkan, bila rasa cinta itu kita digeser untuk mencintai Allah. Saya haqqul yakin, anda bisa merasakan hal yang sama, cobain deh, hasilnya sungguh dahsyat. Suka cita bangun tengah malam, bahkan tahan dingin mandi sunnah biar wangi hanya ingin ketemu Gusti yang dicintai via tahajud.

Makanya Kanjeng Nabi Muhammad SAW diriwayatkan kakinya sampai bengkak, saking lamanya dalam sholat malam. Saya percaya, beliau tidak mengejar pahala, tapi memelihara rasa cintanya kepada Allah.

Ada empat kata yang bermakna cinta dalam Al Quran, dimana dua diantaranya menurut saya saling berkelindan. Pertama, surat Al Imran ayat 14, yang mengungkapkan bagaimana Allah lah yang menjadikan manusia itu memang gampang cinta dengan sesuatu yang diinginkannya, atau populer dengan istilah harta, tahta, wanita.

Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement