Bahaya Ghibah Termasuk di Medsos Bikin Bangkrut di Akhirat

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 330 2422980 bahaya-ghibah-termasuk-di-medsos-bikin-bangkrut-di-akhirat-7gia7M2hfQ.jpg Ghibah di medsos. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Ghibah heboh di jagat maya atas sikap istri yang membuka aib suaminya di media sosial atau medsos. Semua "jeroan" kesalahan suaminya dibuka tuntas hanya karena ingin bercerai. Ada lagi anak dai kondang mengulitinya sikap buruk ayahnya di media sosial. Apakah sudah serendah sikap seorang muslim terhadap orang yang seharusnya dihormati? Isu ini pun terus bergulir di medsos dan menjadi konsumsi ghibah. Tahukah bahaya ghibah? Berikut ini penjelasannya.    

Ustaz dr Raenul Bahraen menjelaskan bahaya ghibah jangan disepelakan mengingat dampak buruknya sangat luar biasa.

Peringatan orang ahli ghibah sadarlah, sebab pahala Anda yang susah payah ditabung di dunia akan bangkrut saat di akhirat.

Berikut hadis mengenai orang yang muflis (bangkrut) di hari kiamat. Banyak beramal, sholat, puasa dan sebagainya. Tetapi lisan dan anggota badannya sering menganggu saudaranya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :

Baca Juga: 3 Artis Indonesia Naik Haji Diundang Raja Arab

“Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) sholat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka”. (HR. Muslim).

Sementara jika kita di-ghibahi, harusnya tenang saja dan tak perlu marah apalagi membalas dengan perbuatan yang mungkin lebih keras.

Baca Juga: Benarkah Malaikat Beristighfar bagi Orang yang Minum Kopi?

 Mengapa tetap tenang meski terus menerus di-ghibahi, dibicarakan tentang aib atau keburukan. Nah ini alasan yang disampaikan Ustaz dr Raenul Bahraen dalam akun Instagramnya dikutip pada Kamis  (10/6/2021) disebutkan jika diperguncingkan namun tak membalas dan tetap tenang karena:

1. Dapat pahala tanpa beramal kita dapat pahala di hari kiamat dari yang meng-ghibahi 

2. Kekurangan membuat kita dibicarakan apalagi kelebihan kita 

3. Mengurangi dosa. Jika pahala peng-ghibah habis, maka dosa kita diberikan padanya

4. Ghibah hanya kata-kata saja, bukan pedang dan bukan pula sebuah pengaruh. Takkan berpengaruh pada baik-buruk kondisi kita, jadi tetaplah beramal dan jadi diri sendiri.

5. Sebenarnya peng-ghibah lebih sengsara, jadi tenang saja. Rasa hasad membuat peng-ghibah menghabiskan waktunya memikirkan kita.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

5) Sebenarnya peng-ghibah lebih sengsara, jadi tenang saja. Rasa hasad membuat peng-ghibah menghabiskan waktunya memikirkan kita.

Bisa jadi tidurnya tidak nyenyak, dada semakin sesak setiap mendengar kesuksesan kita. Dan masih banyak lagi yang didapatkan. "Itulah fungsi iman di hari kiamat, keadilan takkan bisa didapatkan seadil-adilnya di dunia. Harus ada yang bersabar, lalu menuai hasil di akhirat," sebutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya