Masya Allah, Kamu Bisa Memilih Bidadari Bermata Jeli jika Mampu Tahan Amarah

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 330 2423655 masya-allah-kamu-bisa-memilih-bidadari-bermata-jeli-jika-mampu-tahan-amarah-2e7Mxy5fdh.jpg Ilustrasi menahan amarah. (Foto: Unsplash)

ALLAH Subhanahu wa ta'ala menjanjikan banyak kebaikan bagi hamba-Nya yang mampu menahan amarah. Allah Ta'ala akan memberi ganjaran berupa bidadari bermata jeli kepada siapa saja yang dapat menahan amarah.

Berdasarkan riwayat dari Mu'adz bin Jabal Radhiyalahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, yang artinya:

"Barang siapa yang menahan amarahnya sedangkan dia mampu untuk membalasnya, Allah akan membanggakannya pada hari kiamat di hadapan semua manusia, dan kemudian Allah membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainya." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Baca juga: Cerita Muslim Perawat Selamatkan Pria Yahudi Israel Korban Pengeroyokan 

Sebagaimana dikutip dari buku '400 Kebiasaan yang Keliru dalam Hidup Muslim' karya Abdillah Firmanzah Hasan, bahwasanya suatu hari ada seorang dari suku badui yang bersikap kasar kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Ia menarik sorban Rasulullah hingga meninggalkan bekas di leher.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Para sahabat sempat marah ketika melihat kejadian itu, tapi Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersikap tenang dan tidak emosi. Akhirnya membuat orang badui tersebut masuk Islam.

Betapa indahnya akhlak Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam itu dalam menghadapi seorang badui yang mengasarinya. Sudah sepatutnya semua Muslimin meneladani bagaimana Rasulullah menahan amarah hingga membuat orang yang menyerangnya heran lalu hatinya diluluhkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dan akhirnya masuk Islam, sungguh besar dampaknya.

Baca juga: 3 Cara Muslim Menghadapi Musibah dan Masalah Sesuai Sunnatullah 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam kitab suci Alquran Surah Ali Imran (3) Ayat 133–134:

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhan-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." (QS Ali Imran: 133)

"(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai hamba-Nya yang berbuat kebaikan." (QS Ali Imran: 134)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Memaafkan kesalahan orang lain akan melembutkan hati, baik yang disakiti maupun yang menyakiti. Allah Subhanahu wa ta'ala juga menjanjikan balasan berupa surga serta pertolongan-Nya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Tidaklah seorang yang dizalimi dengan suatu kezaliman, kemudian ia memaafkannya karena Allah, melainkan Allah akan memuliakannya karena perbuatannya itu dan akan menolongnya." (HR Ahmad)

Baca juga: Zahid Nisar Quraishi Muslim Pertama Jabat Hakim Federal di Amerika Serikat 

Selain itu, apabila manusia tidak saling memaafkan maka akan timbul permusuhan di antaranya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Akan diampuni semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, kecuali dua orang laki-laki yang terdapat permusuhan antara dia dengan saudaranya. Dikatakan: Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kerdua orang ini sampai keduanya berdamai." (HR Muslim)

"Oleh karena itu, apabila manusia ingin diampuni dosa-dosanya, berdamailah dengan saudaranya. Selama hidup mungkin ada orang-orang yang mengganggu, menyakiti kita yang membuat kita sakit hati. Kita mampu untuk membalasnya, namun tahan, tahanlah, bersabarlah, sesungguhnya balasannya surga Allah Ta'ala," jelas Ustadz Ahmad Firdaus dalam tausiahnya, seperti dinukil dari kanal YouTube Yufid TV.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya