Gunung Bergerak seperti Awan Terungkap dalam Alquran dan Sains

Hantoro, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 614 2425154 gunung-bergerak-seperti-awan-terungkap-dalam-alquran-dan-sains-xXhyZPiQvZ.jpg Ilustrasi gunung. (Foto: Okezone)

ALQURAN dan sains mengungkap bahwa gunung tidak diam, melainkan bergerak seperti awan. Padahal gunung adalah tanah berbentuk menonjol yang sangat tinggi dan besar. Gunung biasanya terbentuk dari gerakan tektonik lempeng, gerakan orogenik, atau gerakan epeirogenik. Sementara pegunungan adalah kumpulan atau barisan dari gunung.

Gunung merupakan salah satu bagian dari ciptaan Allah Subhanahu wa ta'ala. Dijelaskan bahwa gunung dapat menimbulkan aktivitas, dan itu atas kehendak Allah Azza wa jalla.

Baca juga: Gunung Berperan Terjadinya Hujan Dijelaskan dalam Alquran dan Sains 

Dalam buku 'Tafsir Ilmi Samudera dalam Perspektif Alquran dan Sains' yang disusun Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diungkapkan bahwa gunung terus bergerak.

Gunung. (Foto: Rawpixel/Freepik)

Gunung yang selalu bergerak diibaratkan pergerakan awan. Allah Subhanahu wa ta'ala menjelaskan hal ini melalui salah satu ayat Alquran, yakni dalam Surah An-Naml Ayat 88.

"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS An-Naml: 88).

Baca juga: Alquran dan Sains Beberkan Tanda-Tanda Fisik Kiamat 

Adapun penjelasan ayat tersebut menurut Tafsir al-Muntakhab adalah: "Wahai Rasul, engkau melihat gunung-gunung itu tetap di tempatnya dan engkau mengira mereka diam, padahal yang terjadi sesungguhnya mereka bergerak cepat laksana gerakan awan."

Pergerakan-pergerakan Bumi, lempengan Bumi, dan semua benda-benda di atasnya tentu menimbulkan berbagai perubahan, baik pergerakan cepat, sedang, maupun pergerakan lambat yang tidak disadari manusia.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Perubahan dinamis itu yang menyebabkan terjebaknya endapan-endapan yang diperlukan manusia, seperti mineral, air tanah, energi fosil, dan sebagainya. Perubahan juga dapat menimbulkan gempa, gelombang tsunami, hilangnya daratan dari pandangan mata, atau munculnya gunung-gunung baru seperti terjadi pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Selat Sunda, Selat Makassar, dan Laut Banda merupakan beberapa contoh selat yang terbentuk akibat lempengan-lempengan bergerak. Selat Sunda merupakan selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Baca juga: Alquran dan Sains Jelaskan Adanya Gelombang Besar di Laut Dalam 

Kedalaman selat ini rata-rata sekira 100 meter, kecuali di Kompleks Krakatau yang lebih dari 200 meter dan di bagian paling barat yang mencapai lebih dari 1.600 meter. Bila kedalaman di Kompleks Krakatau berkaitan dengan kaldera tua Krakatau, maka kedalaman di bagian barat berkaitan dengan graben atau lembah yang memanjang utara-selatan.

Secara geologi selat ini merupakan salah satu kawasan yang paling aktif di Indonesia, antara lain ditandai oleh aktivitas seismik (gempa), gunung api, dan gerak-gerak vertikal kerak Bumi, baik penurunan maupun kenaikan daratan.

Wallahu a'lam bishawab.

Gunung. (Foto: Standret/Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya