Alquran dan Sains: Bulan Tidak Miliki Cahaya, tapi Memantulkan Sinar Matahari

Hantoro, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 00:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 20 614 2428178 alquran-dan-sains-bulan-tidak-miliki-cahaya-tapi-memantulkan-sinar-matahari-dmP372lT54.jpg Ilustrasi Bumi dan bulan. (Foto: Creativeart/Freepik)

ALQURAN dan sains mengungkap bulan memantulkan cahaya matahari. Bulan sendiri merupakan satelit alami dan satu-satunya milik Planet Bumi. Bulan memiliki diameter 27 persen, kepadatan 60 persen, dan massa ¹⁄₈₁ dari Bumi. Bulan menjadi satelit alami terbesar di tata surya menurut ukuran planet yang diorbitnya.

Dalam buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan dijelaskan bahwa kitab suci Alquran yang diturunkan sekira 1.400 tahun lalu telah menyebutkan terkait matahari serta bulan yang bercahaya.

تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا

Artinya: "Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya." (QS Al Furqan: 61)

Baca juga: Peredaran Darah di Tubuh Ternyata Sudah Lama Diungkap Alquran dan Sains 

Dalam bahasa Arab yang ada di Alquran, penyebutan untuk matahari adalah Syams. Disebut juga sebagai Siraaj yang berarti 'obor' atau sebagai Wahhaaj yang berarti 'lampu menyala' atau sebagai Diya yang berarti 'bersinar kemuliaan'.

Ketiga deskripsi tersebut tepat untuk menyebut matahari, karena menghasilkan panas dan cahaya yang hebat oleh pembakaran di dalamnya. Sementara kata dalam bahasa Arab untuk menyebut bulan adalah Qamar, dan dijelaskan dalam Alquran sebagai Muneer, yaitu tubuh yang memberikan cahaya (nur).

Matahari. (Foto: Lifeforstock/Freepik)

Dari sini terlihat bahwa penjelasan Alquran sempurna dan sesuai dengan sifat sebenarnya dari bulan yang tidak mengeluarkan cahaya sendiri, melainkan hanyalah sebuah tubuh tidak berdaya yang memantulkan sinar dari matahari.

Dalam Alquran tidak ada sama sekali yang menyebutkan bulan sebagai Siraaj, Wahhaaj, atau Diya. Begitupun dengan matahari, tidak pernah Alquran menyebutnya sebagai Nur atau Muneer.

Baca juga: Alquran dan Sains Beberkan Penyebab Hewan Miliki Naluri Simbiosis 

Dengan demikian, berarti Alquran mengakui perbedaan sifat antara sinar matahari dan cahaya bulan. Salah satu ayat Alquran juga menjelaskan tentang sifat sinar matahari dan cahaya bulan.

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Artinya: "Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui." (QS Yunus: 5)

Wallahu a'lam bishawab.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya