Al Amin, Gelar dan Pengakuan atas Kejujuran Nabi Muhammad

Ahmad Haidir, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 614 2431974 al-amin-gelar-dan-pengakuan-atas-kejujuran-nabi-muhammad-yONTT1Sbn6.jpg Ilustrasi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam mendapat gelar Al Amin berkat kejujurannya. (Foto: Freepik)

SEBAGAI sosok manusia yang menjadi kekasih Allah Subhanahu wa ta'ala, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sarat akan sifat-sifat mulia. Ini dapat dijadikan suri teladan bagi siapa saja, umat Islam maupun masyarakat secara umum.

Salah satu sifat luar biasa yang terdapat pada sosok Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam adalah Al Amin atau 'amanah, jujur, dan dapat dipercaya'. Jauh sebelum dinobatkan menjadi Rasulullah, sosok Nabi Muhammad sudah terkenal dengan kejujurannya.

Baca juga: Kisah Rasulullah saat Berkurban, 63 Unta Disembelih Sendiri 

Ketika kecil, diceritakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam telah mengikuti pamannya Abdul Muthalib berdagang hingga negeri yang jauh yaitu Syam (meliputi Suriah, Palestina, Yordania, Lebanon).

Dikutip dari kisah yang terdapat dalam kitab 'Sirah Nabawiyah', Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dalam berdagang sangat dikenal akan kejujurannya. Beliau tidak pernah menipu siapa pun, baik pembeli maupun majikannya.

Kaligrafi tulisan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. (Foto: Shutterstock)

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam juga tidak pernah mengubah takaran atau mengurangi timbangan. Selain itu, semua transaksi yang dilakukan selalu disertai ijab kabul yang bertujuan agar terjalin sukarela antara pembeli dan pedagang, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

Atas sifat dan karakter jujur yang dimilikinya, Nabi Muhammad juga menyandang gelar "Al Amin" yang diperoleh dari penduduk Makkah.

Baca juga: Kisah Rasulullah Sangat Amanah, Bahkan ke Orang yang Hendak Membunuhnya 

Alkisah, gelar Al Amin diperoleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tatkala berusia 35 tahun, terjadi banjir besar yang melanda Kota Makkah yang lantas menghancurkan bangunan Kakbah. Atas kejadian tersebut, penduduk Makkah lantas berbondong-bondong membangun kembali Kakbah yang hancur diterjang banjir.

Ketika pembangunan Kakbah telah rampung, terjadi perselisihan di antara para penduduk. Setiap kabilah atau suku merasa berhak dan saling berebut untuk menjadi sosok yang akan meletakkan Hadjar Aswad, batu suci yang ada di Kakbah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Hingga akhirnya Abu Umayyah bin Mughiroh sebagai orang tertua di antara semua kabilah menawarkan jalan keluar yang disepakati oleh semua penduduk, yaitu siapa orang yang pertama kali memasuki Masjidil Haram maka ia yang berhak memutuskan perkara tersebut.

Ternyata Allah Subhanahu wa ta'ala menakdirkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menjadi orang pertama yang memasuki pintu Masjidil Haram. Nabi Muhammad pun menjadi sosok yang berhak meletakkan batu Hadjar Aswad.

Baca juga: Gelar Al Amin Rasulullah SAW Diraih Berkat Amanah dan Kejujurannya 

Namun dengan kebijaksanaannya, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam meletakkan Hajar Aswad di atas sorbannya lalu meminta perwakilan dari masing-masing suku di Makkah untuk memegang ujung sorban dan meletakkannya bersama-sama di tempat semula.

Berkat kebijaksanaan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dalam memutuskan perkara tersebut dengan penuh kejujuran, hilanglah perselisihan di antara penduduk Makkah. Sejak saat itu orang-orang Quraisy memberikan gelar "Muhammad Al Amin". Al Amin sendiri memiliki arti yaitu orang yang dapat dipercaya.

Baca juga: Indahnya Masjid Perahu di Jakarta, Tersimpan Juga Alquran Raksasa 

Julukan tersebut makin menegaskan salah satu sifat mulia yang dimiliki Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, yaitu karakter kejujuran dan dapat dipercaya yang telah diakui kredibilitasnya oleh bangsa Arab. Sebuah karakter dan sifat yang harus senantiasa diimplementasikan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya