Share

Benarkah Rambut Nabi Muhammad SAW Panjang hingga Menyentuh Bahu

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 30 Juni 2021 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 330 2433024 benarkah-rambut-nabi-muhammad-saw-panjang-hingga-menyentuh-bahu-hAUZGyhgK4.jpg Benarkah rambut Nabi Muhammad SAW panjang. (Foto: Freepik)

BENARKAH rambut Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam panjang sampai menyentuh bahunya? Dan apakah ini termasuk amalan sunah bila diamalkan saat ini?

Rambut Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memang betul panjangnya sampai menyentuh bahunya, sebagaimana dalam banyak hadits, seperti:ย 

ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุจูŽุฑู‘ูŽุงุกู ุจู’ู†ู ุนูŽุงุฒูุจู ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ู…ูู†ู’ ุฐููŠู’ ู„ูู…ู‘ูŽุฉู ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽูููŠู’ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุถู’ุฑูุจู ุดูŽุนู’ุฑูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ูƒูุจูŽูŠู’ู‡ู

Dari Baraโ€™ bin Azib, dia berkata, โ€œAku tidak pernah melihat rambut melampaui ujung telinga seorang pun yang lebih bagus dari (rambut) Rasulullah.โ€ Dalam suatu riwayat lain, โ€œRambut Rasulullah sampai mengenai kedua bahunya.โ€ (Hr. Muslim: 2337)

Baca Juga:ย 6 Nasihat Ulama Kota Madinah Menghadapi Virus Covid-19

Melansir laman Konsultasisyariah pada Rabu (30/6/2021) disebutkan adapun berkaitan dengan hukum memanjangkannya, maka para ulama berbeda pendapat.

Pendapat pertama mengatakan bahwa hal itu hukumnya sunah.

Mereka berdalil bahwa hukum asal perbuatan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah ibadah, sebagaimana keumuman firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala,ย 

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูุณู’ูˆูŽุฉูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŒ ู„ู‘ูู…ูŽู† ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ุฌููˆ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽ ูˆูŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูƒูŽุซููŠุฑุงู‹

โ€œSesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.โ€ (Qs. Al-Ahzab: 21)

Baca Juga:ย Alquran dan Sains yang Pertama Ungkap Relativitas Waktu, Ini Penjelasannya

Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali menjelaskan, ayat di atas menunjukkan bahwa setiap perbuatan yang dilakukan dalam rangka meniru Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam itu bagus dan dihukumi sebagai ibadah, dan ini adalah pendapat Imam Ahmad, beliau mengatakan (dalam al-Mughni: 1/119), โ€œHal ini (memanjangkan rambut bagi laki-laki) hukumnya sunnah. Seandainya kami mampu melakukannya, maka akan kami lakukan, tetapi ada faktor kesibukan dan biaya yang diperlukan.โ€

Pendapat ini dikuatkan oleh perbuatan Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam yang memanjangkan rambutnya, padahal perbuatan ini perlu waktu (sibuk mengurusnya) dan perlu biaya (untuk minyak rambut dan semisalnya). Andaikan ini bukan sunnah, maka Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak akan susah payah melakukannya.

Baca Juga:ย Catat! Vaksin Dosis Tinggi Sudah Ada di dalam Al-Quran

Pendapat kedua mengatakan bahwa memanjangkan rambut hukumnya bukan sunnah, tetapi hanya sekadar adat kebiasaan, dan hukumnya mubah (boleh dilakukan dan boleh tidak).

Pendapat ini didasari oleh perintah Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kepada orang yang mencukur sebagian rambut anaknya dan menyisakan sebagian lainnya, beliau mengatakan, โ€œCukurlah semua atau jangan dicukur semua!โ€

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini