Kisah Mualaf dari Inggris, Lady Evelyn Cobbold Seorang Bangsawan Mendapat Panggilan Lady Zainab

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 614 2440533 kisah-mualaf-dari-inggris-lady-evelyn-cobbold-seorang-bangsawan-mendapat-panggilan-lady-zainab-6CBCBAr2Qj.jpg Lady Evelyn dan suaminya Jhon Cobbold. (Foto: BBC)

KISAH mualaf memang sangat menarik untuk disimak, termasuk kisah mualaf Inggris. Bahkan tokohnya pun bukan orang biasa, tetapi orang yang dihormati, disegani dan berpengaruh. Adalah Lady Evelyn Cobbold mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam dan meninggalkan agama lamanya.

Lady Evelyn Cobbold, seorang wanita asal Inggris yang hidup di zaman Ratu Victoria pada tahun 1837. Sejarah mencatat ada sejumlah kecil orang yang berpindah agama dari Kristen dan memeluk Islam.

Salah satu orang yang kemudian dikenal sebagai pionir tokoh muslim di Inggris ialah Lady Evelyn Cobbold. Ia merupakan anggota keluarga bangsawan di Edinburgh, yang banyak menghabiskan waktu di Skotlandia dan Afrika Utara.

Baca Juga: Mualaf Pertama di Inggris William Henry Quilliam Bergelar Profesor Hukum

"Salah satu yang saya suka adalah mengunjungi masjid bersama kawan-kawan saya dari Aljazair," tulis Lady Evelyn, seperti dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (14/7/2021).

"Dan secara tidak sadar, dalam hati, sebenarnya saya sudah muslim," katanya lagi.

Lady Evelyn dalam perjalanan ke Luxor di Mesir. (Foto: BBC)

Evelyn mengisahkan, di rumah keluarga yang mewah di Dunmore Park, ia suka mengamati kijang dan pandai menangkap ikan salmon. Ayahnya, Earl of Dunmore ke-7, adalah penjelajah yang kerap melakukan perjalanan ke negeri-negeri jauh, seperti Kanada dan China.

Baca Juga: Bahagia Suami Keluar Penjara, Perempuan Ini Langsung Ucapkan Syahadat

Adapun sang ibu, yang pernah menjadi salah satu asisten pribadi Ratu Victoria, juga senang melakukan perjalanan ke luar negeri. Mungkin dari sinilah, mengalir darah gemar melakukan perjalanan pada diri Lady Evelyn.

Seiring berjalannya waktu, dia dipertemukan dengan John Cobbold, yang kemudian menjadi suaminya, di Kairo, Mesir. Cobbold berasal dari keluarga pengusaha sukses yang juga mengelola klub sepak bola Ipswich Town FC.

Lady Evelyn Cobbold, perempuan Inggris pertama menunaikan haji (Foto: Angus Sladen)

Tidak diketahui secara persis kapan tepatnya Lady Evelyn masuk Islam. Lady Evelyn atau Lady Zainab merupakan perempuan Inggris pertama yang naik haji ke tanah suci Makkah Al-Mukarromah. Benih-benih ketertarikan mungkin sudah tertanam ketika ia melakukan perjalanan ke negeri-negeri muslim saat ia kanak-kanak.

Baca Juga: Atasi Ejakulasi Dini dengan Cara Pakai Obat Oles, Bagaimana Pandangan Ulama?

Keyakinannya untuk berpindah agama menjadi seorang mualaf semakin kuat sepulang liburan dari Roma, di mana saat itu dirinya bertemu Paus. "Ketika Paus tiba-tiba bertanya apakah saya pemeluk Katolik, saya kaget dan saya (spontan menjawab bahwa saya muslim," kata dia.

Dirinya bahkan sama sekali tidak tahu mengapa ia justru memberi jawaban itu kepada Paus. Yang jelas, hal itu seakan menjadi momen baginya untuk semakin giat mempelajari Islam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Di Timur Tengah, Lady Evelyn, oleh kawan-kawan Arabnya, dikenal dengan nama Lady Zainab. Ia punya akses luas dan pernah menulis tentang 'Pengaruh Dominan Perempuan di Budaya Muslim'.

Pada usia 65 tahun, ia menunaikan ibadah haji ke Makkah, yang menasbihkannya sebagai perempuan Inggris pertama yang menginjakkan kaki di depan Kakbah. Perjalanan dan pengalaman spiritual indah itu lantas ia tuangkan ke dalam sebuah buku berjudul 'Haji ke Makkah'.

Tidak banyak diketahui soal kehidupan Lady Evelyn selanjutnya sepulang menunaikan ibadah haji. Dia dikabarkan sempat ke Kenya, namun selain fakta ini, praktis tidak banyak terungkap sisi-sisi kehidupan pribadinya secara detil. Ia meninggal dunia pada tahun 1963 pada usia 95 tahun di satu panti jompo di Inverness dan dimakamkan di Glencarron Estate, Skotlandia.

Sebuah wasiat penting ia tuliskan pada secarik kertas yang ia tinggalkan. Wasiat itu antara lain meminta agar dipahat salah satu ayat dari Surat An-Nur pada batu nisannya. Pahatan ayat suci Alquran itu kemudian dirusak, mungkin oleh orang yang tidak setuju dengan pandangan ke-Islam-an Lady Evelyn.

Dalam memoarnya ia menulis, "Saya sering ditanya sejak kapan dan mengapa saya memeluk Islam. Saya hanya bisa menjawab bahwa saya tak tahu kapan tepatnya kebenaran Islam masuk ke jiwa saya. Sepertinya saya ini sudah muslim sejak dulu," tulis Lady Evelyn.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya