Mana Lebih Menarik bagi Anak Muda, Berkurban atau Jalan-Jalan?

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 330 2441077 mana-lebih-menarik-bagi-anak-muda-berkurban-atau-jalan-jalan-DJMczp0Uhr.jpg Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Okezone)

MENYEMBELIH hewan kurban menjadi ibadah yang sangat dianjurkan. Maka itu, kaum Muslimin berlomba-lomba menunaikan berkurban, termasuk anak muda.

Tidak sedikit anak muda yang sudah berkurban. Akan tetapi terkadang sebagian dari mereka justru tergoda menggunakan hartanya untuk jalan-jalan.

Baca juga: Mana Lebih Dulu, Berkurban atau Bayar Utang? 

Lantas, lebih menarik mana bagi anak muda, berkurban atau jalan-jalan?

MNC Portal pun menanyakan kepada salah satu anak muda bernama Majdi. Laki-laki berusia 20 tahun ini mengatakan dibandingkan jalan-jalan memang lebih baik uang yang sudah terkumpul dibelikan hewan kurban.

"Berkurban manfaatnya dunia akhirat," kata Majdi saat dihubungi MNC Portal, Kamis (15/7/2021).

Info grafis hewan kurban. (Foto: Okezone)

Akan tetapi ia juga tidak menampik bahwa jalan-jalan menjadi hal yang menarik untuk dilakukan. Apalagi usianya masih muda, jalan-jalan bisa jadi momen yang tepat untuk menambah pengalamannya sebelum memasuki masa tua.

"Ya terkadang tergoda juga buat jalan-jalan. Namanya anak muda. Ibadah (kurban) sangat bermanfaat, jalan-jalan juga supaya kita lebih kenal dunia lebih luas," ujar laki-laki asal Cianjur, Jawa Barat, ini.

Baca juga: Wajib Tahu, 4 Syarat Supaya Ibadah Kurban Diterima Allah Ta'ala 

Majdi pun menyadari bahwa memperluas pergaulan dan memperbanyak ibadah ketika masih muda adalah hal yang sama-sama penting untuk kehidupannya.

Namun ia menyarankan, apabila jalan-jalan bukan sesuatu yang mendesak, bisa mendahulukan ibadah berkurban. Tapi dalam ibadah berkurban ini juga harus dengan keikhlasan yang luas, jangan sampai nantinya ada keraguan.

"Balik lagi ke masing-masing orang saja," katanya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara itu Pimpinan Majelis Taklim Dzikrul Muhajirin Depok Ustadz Amar Ma'ruf atau akrab disapa Gus Ma'ruf Halim mengatakan amal ibadah diterima atau tidak oleh Allah Subhanahu wa ta'ala memang sulit diukur.

Siapa pun tidak boleh mengklaim atau meyakini diri bahwa ibadah yang dilakukan telah diterima oleh Allah Azza wa jalla. Pembahasan ini juga berkaitan dengan pernyataan Majdi, yakni jika melakukan ibadah seperti berkurban jangan sampai ada keraguan.

"Begitu pula sebaliknya, seseorang tidak boleh pesimis atas amal ibadah yang telah dilakukan, apakah ditolak oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Diterima atau ditolaknya sebuah amal ibadah merupakan hak prerogratif-Nya," kata Gus Ma’ruf Halim saat dihubungi MNC Portal beberapa waktu lalu.

Baca juga: 3 Tips Memilih Hewan yang Layak untuk Kurban 

Ia melanjutkan, para ulama sangat hati-hati dalam membahas hal ini. Ulama hanya bisa memberikan ciri-ciri atau tanda-tanda bahwa amal ibadah diterima oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

Salah satu ulama yang memberikan ciri atau tanda bahwa amal ibadah diterima oleh Allah Subhanahu wa ta'ala adalah Syekh Ibnu Athoillah as Sakandari al Misry.

Dalam kitabnya yang berjudul Kitab Al Hikam. Beliau berkata:

. من وجد ثمرة عمله عاجلاً فهو دليل على وجود القبول

Artinya: "Siapa yang memetik buah dari amalnya seketika di dunia, maka itu menunjukkan Allah menerima amalnya."

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya