Pemerintah Pertimbangkan Beri Insentif untuk Ulama yang Terdampak Covid-19

Antara, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 614 2441212 pemerintah-pertimbangkan-beri-insentif-untuk-ulama-yang-terdampak-covid-19-dSHw1Bzohg.jpg Ilustrasi ulama terdampak pandemi covid-19. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

SAAT ini pemerintah sedang mempertimbangkan pemberian insentif bagi ulama yang terkena dampak pandemi covid-19. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

"Terutama mereka yang berperan sebagai dai, mubalig, kemudian pembina agama di lapisan paling bawah," ujar Muhadjir dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Kemenag Kerahkan 50 Ribu Penyuluh untuk Sosialisasi Protokol Ibadah Idul Adha 

Pertimbangan pemberian insentif ini berdasarkan masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah Muhadjir bersilaturahmi ke Kantor MUI di Jakarta beberapa waktu lalu. Usulan terkait insentif kedaruratan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Ekonomi Lukmanul Hakim.

Lukmanul Hakim mengatakan kepada Muhadjir bahwa ulama merupakan kelompok yang terdampak ekonomi dari adanya pandemi covid-19. Ia pun mengusulkan pelaksanaan insentif kedaruratan bagi ulama bisa dimulai di Pulau Jawa dan Bali sebagai permulaan.

Ilustrasi ulama. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

"Untuk UMKM sudah banyak program untuk pemberdayaannya. Tapi kelompok dai ini juga terdampak. Maka kami mengusulkan adanya program insentif kedaruratan bagi para dai, asatidz, ustadz di pondok pesantren ataupun majelis taklim atau di masjid-masjid," kata Lukmanul Hakim.

Muhadjir pun segera menyampaikan usulan ini kepada Presiden Joko Widodo agar bisa ditindaklanjuti. "Itu nanti akan kita laporkan terlebih dahulu ke Bapak Presiden tentang usulan dari MUI ini," ungkapnya.

Baca juga: Intip Potret Ganteng Syari Pebulutangkis Mohammad Ahsan, Bikin Adem! 

Di sisi lain, Muhadjir mengajak MUI ikut bekerja sama dengan pemerintah dalam hal penanganan covid-19. Menurut dia, MUI memiliki perangkat organisasi sampai di tingkat paling bawah. Dengan begitu, besar peranan MUI untuk membantu dan ikut andil dalam program-program penanganan covid-19 yang dilakukan pemerintah.

"Baik itu vaksinasi, bansos, dan terutama tentu saja sosialisasi dan tabayyun pemberian penjelasan yang clear berbagai macam isu. Terutama isu-isu negatif, isu-isu yang kontraproduktif terhadap rencana langkah-langkah kita untuk menangani covid-19 ini agar masyarakat tidak terpengaruh oleh pemberitaan yang tidak benar," jelas Muhadjir.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara Ketua Umum MUI Miftachul Achyar menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Menko PMK merupakan upaya untuk menyamakan persepsi antara MUI dan pemerintah dalam penanganan masalah covid-19.

Baca juga: Mana Lebih Menarik bagi Anak Muda, Berkurban atau Jalan-Jalan? 

Ia mengatakan penanganan covid-19 diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat. Sebab, penanganan covid-19 yang baik akan menyelamatkan generasi masa depan Indonesia.

"Kita punya keyakinan bersama bahwa semua itu insya Allah akan bisa diatasi dengan kerja sama yang baik. Yang penting kita semuanya anak bangsa punya kemampuan dan punya kemauan untuk menjalankan amanah ini dengan ketulusan dan kesungguhan, singkirkan kepentingan pribadi, dan kepentingan yang lain," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya