Marketing Ala Nabi Muhammad SAW, Sifat Murah Hati Membuat Konsumen Loyal dan Percaya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Minggu 25 Juli 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 330 2445501 marketing-ala-nabi-muhammad-saw-sifat-murah-hati-membuat-konsumen-loyal-dan-percaya-SXDYBdoLen.jpg Marketing ala Nabi Muhammad SAW

MARKETING ala Nabi Muhammad SAW adalah dapat membentuk suatu hubungan jangka panjang antara perusahaan dan konsumen, saling mempercayai dan menguntungkan. Pengusaha bukan lagi sekadar membentuk konsumen yang loyal, tapi juga menerima kepercayaan konsumen.

Terkadang setelah mendapatkan kesetiaan pelanggan, sebuah perusahaan cenderung memanfaatkan bahkan mengeksploitasi kesetiaan tersebut untuk terus meraup keuntungan finansial semata. Contohnya adalah bank yang terus menggemborkan bonus kartu kredit.

Pelanggan yang dulunya cermat akan menjadi royal karena terpengaruh janji-janji yang ditawarkan sebuah perusahaan dengan produk mereka yang tampak sebagai solusi setiap permasalahan konsumen. Konsumen pun tidak bermurah hati dengan diri sendiri karena berbelanja dengan kurang cermat walaupun tahu ada bunga yang harus dibayar.

Baca Juga: Cerita Pasien Selamat dari Kritis Covid-19 dengan Obat Keajaiban Sedekah

Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Ahad (25/7/2021), dalam hal ini, baik korporasi atau konsumen sama-sama tidak saling bermurah hati sehingga menghancurkan hubungan yang sudah terjalin.

Selama kegiatan berdagangnya di abad ke-7 masehi, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menawarkan semua jenis produk dan menjanjikan semua solusi untuk semua orang, walaupun dia memiliki kepercayaan pelanggan.

Baca Juga: Tahukah Anda, Bahwa Allah Pun Cemburu?

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda “Kamu lebih mengetahui duniamu daripada aku.” Murah hati yang membentuk marketing ala Nabi menjaga siapa pun dari sikap pembodohan dan pemanfaatan konsumen.

Murah hati adalah pusat dari soul marketing, sebuah konsep marketing yang dilakukan Nabi Muhammad. Dengan didasari sikap murah hati dan elemen kejujuran, keikhlasan, profesionalisme, dan silaturahmi yang berkesinambungan, akan membentuk sebuah pola pikir ideal dan paradigma baru bagi pengusaha.

Nabi bersabda, “Allah memberikan rahmat-Nya pada setiap orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli, dan membuat suatu pernyataan”.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Nabi Muhammad bukan seorang pengusaha yang profit oriented, tetapi lebih mementingkan pengikatan hubungan jangka panjang dengan para pelanggannya. Dengan hubungan yang didasari saling menghormati dan percaya, Nabi justru menghasilkan profit lebih baik dibanding para pengusaha lain pada waktu itu.

Dengan formula sederhananya, beliau telah menyentuh jiwa setiap orang yang berinteraksi dengannya. Di luar kapasitas Nabi Muhammad, jejak langkahnya yang menekankan bermurah hati adalah sebuah konsep sederhana dengan efek yang luar biasa.

Marketing ala Nabi Muhammad dapat membentuk suatu hubungan jangka panjang antara perusahaan dan konsumen, saling mempercayai dan menguntungkan. Pengusaha bukan lagi sekadar membentuk konsumen yang loyal, tapi juga menerima kepercayaan konsumen.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya