Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyuluh Agama Diimbau Intensifkan Edukasi Vaksinasi dan Pencegahan Covid-19

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 29 Juli 2021 |11:41 WIB
Penyuluh Agama Diimbau Intensifkan Edukasi Vaksinasi dan Pencegahan Covid-19
Ilustrasi vaksinasi covid-19. (Foto: Twitter @KemenkesRI)
A
A
A

KASUS covid-19 di Indonesia dinilai masih cukup tinggi. Sementara berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyebut masih ada sekira 41 persen masyarakat yang enggan ikut vaksinasi covid-19.

Terkait hal itu, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi menilai pentingnya edukasi masyarakat terkait vaksinasi dan pencegahan penularan covid-19.

Baca juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Menag: Butuh Kebersamaan dan Kepedulian 

"Sebaran covid-19 masih tinggi. Perlu edukasi publik secara intensif oleh semua pihak, tidak terkecuali penyuluh agama, utamanya terkait vaksinasi dan protokol kesehatan," terang Wamenag, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Kamis (29/7/2021).

Ia melanjutkan, Kemenag sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan umat, diimbau penyuluh agama untuk terus mengintensifkan edukasi tentang covid-19. Khusus kepada penyuluh agama Islam, Wamenag berharap edukasi bisa dilakukan bersama dengan para ulama dan tokoh masyarakat sampai tingkat majelis taklim yang menjadi binaan mereka.

Baca juga: Ribuan Tokoh Doakan Bangsa Indonesia Diberi Kekuatan Keluar dari Pandemi 

"Rata-rata penyuluh agama Islam mempunyai hubungan baik dengan tokoh agama dan masyarakat. Mereka juga memiliki binaan majelis taklim, bahkan ada yang sampai empat atau lima majelis taklim. Ini bisa dioptimalkan dalam proses edukasi," tuturnya.

"Selain terkait protokol kesehatan dalam pencegahan penularan covid-19, edukasi juga bisa dilakukan terkait pentingnya vaksinasi serta imbauan menghindari berita-berita hoaks yang menyesatkan," sambungnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement