Gus Baha Beberkan Sosok Orang Miskin yang Sejatinya Kaya Raya

Andaru Danurdana, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 01:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 330 2449296 gus-baha-beberkan-sosok-orang-miskin-yang-sejatinya-kaya-raya-w8o9RdpLQZ.jpg KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. (Foto: Jatman)

KEMISKINAN adalah sebuah hambatan, sedangkan kekayaan adalah sebuah keistimewaan. Meski diketahui berlawanan, dua hal tersebut tidak selamanya berdiri sendiri atau terpisah. Hal ini sebagaimana disampaikan KH Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha.

Melalui unggahan video akun Instagram @ngajigusbaha, ia membahas mengenai orang miskin yang sejatinya kaya raya karena memiliki mental memberi. "Orang yang cerdas adalah orang yang ingin mempertahankan kehidupannya," ungkap Gus Baha.

Baca juga: Gus Baha Cerita tentang Keadaan Hati Orang yang Datang ke Majelis Ilmu 

"Ketika kamu sehat, negara sedang aman, dan kamu hari itu punya makan, maka kamu sudah memiliki kekayaan dunia. Orang paling kaya pun bertahan hidup dengan makanan pokok, bukan jabatan, dan itu orang miskin punya," lanjutnya.

Gus Baha pun menjabarkan bahwa kekayaan yang dimiliki orang kaya belum tentu berguna bagi orang miskin.

"Orang miskin berpikir: 'Enak ya jadi orang kaya bisa punya rumah banyak.' Memangnya orang kaya punya rumah banyak, dia tiduri semua?" canda Gus Baha.

Baca juga: Gus Baha Ungkap Bahayanya Pertanyakan Diterima Tidaknya Sholat 

Ia menegaskan, meski memiliki rumah banyak memang bisa berguna bagi mereka yang membutuhkan? Orang miskin tidak perlu mengejar keinginan sekunder semacam itu.

"Kehidupan yang sejati adalah kehidupan yang mempertahankan nyawa," papar Gus Baha.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Menurut dia, orang yang kaya sejatinya adalah orang yang selesai dengan dirinya sendiri. Ia mencontohkan ketika masa perang zaman Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, di mana banyak orang miskin yang menyumbang makanan sebanyak 2 kilogram ke pasukan Muslimin.

Dengan sumbangan ini, artinya para orang miskin yang ikut berperang mau membiayai diri sendiri tanpa perlu memotong anggaran perang sana-sini.

Baca juga: Gus Baha Ajak Muliakan Tetangga, Selalu Ramah dan Bantu ketika Kesulitan 

"Hal ini yang biasanya menjadi bahan cibiran orang munafik: 'Apa gunanya sedekah 2 kg untuk perang sebesar ini?' Padahal jika ada 1.000 orang yang menyumbang 2 kg, maka akan dicapai jumlah yang tak sedikit," ujar Gus Baha menjabarkan.

Inilah kekayaan yang sebenarnya menurut Gus Baha, karena meski dalam kemiskinan mereka masih bisa memberi layaknya orang kaya. Artinya, orang-orang miskin ini puas dan selesai dengan dirinya sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya