Islam Mengingatkan Memberikan Beban Lebih ke Pekerja Bisa Berdampak Buruk

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 330 2449638 islam-mengingatkan-memberikan-beban-lebih-ke-pekerja-bisa-berdampak-buruk-x0jrHcXxYw.jpg Islam mengingatkan jangan memberi beban lebih kepada karyawan karena membawa dampak buruk. (Foto: Shutterstock)

BEBAN kerja berlebihan diberikan kepada bawahan sangat tidak diperkenankan untuk dilakukan. Apabila seseorang telah menerima tekanan yang berlebihan sehingga mengakibatkan dampak buruk padanya berarti dia telah diperlakukan secara tidak adil.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ikhsan, pemberian kepada kaum kerabat, dan Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan penganiayaan. Dia memberi pengajaran kepada kamu agar kamu selalu ingat” (QS. An-Nahl : 90).

Sesungguhnya keadilan adalah sebuah keadaan menguntungkan dan menyenangkan pada kedua belah pihak. Seorang atasan harus bersikap adil kepada bawahannya dengan memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya masing-masing, sedang bawahan pun harus adil dalam menyelesaikan target yang ditugaskan oleh perusahaan.

Baca Juga: Umar bin Khattab Mencopot Khalid bin Walid Sebagai Panglima Perang, Begini Alasannya

Kalau atasan memberikan tugas yang di luar kemampuan bawahan, maka atasan harus ikut membantunya. Dari Ma'rur bin Suwaid Ra, berkata Rasulullah SAW pada Abu Dzar, "Janganlah kamu beri tugas melebihi batas kemampuan mereka (hamba sahaya). Jika akan kamu tugaskan juga, hendaklah kamu bantu dia." (HR. Muslim).

Sikap ini pun jangan sampai berlebihan sehingga menunjukkan bahwa atasan tidak percaya pada kemampuan bawahan. Sikap perusahaan pun jangan menganak-emaskan seorang karyawan hanya karena kedudukan atau adanya hubungan kekeluargaan dengan pihak-pihak tertentu.

Sikap adil dalam perusahaan akan memicu semua orang untuk melakukan yang terbaik dan perusahaan pun akan menilai secara objektif dan memberikan reward (penghargaan) maupun punishment (hukuman) yang sebanding.

Baca Juga: Apakah Hewan Juga Masuk Surga, Begini Penjelasan Al-Quran dan Hadis

Sementara itu,  ikhlas diartikan sebagai sebuah sikap yang didasari oleh ketulusan hati. Dapat dikatakan bahwa ikhlas adalah sebuah perbuatan yang tidak mengharapkan adanya balasan atau timbal balik. Dalam dunia usaha yang melakukan kegiatan berdasarkan untung-rugi, sikap ikhlas mungkin akan dianggap sebagai sebuah sikap yang tidak rasional, karena bagaimana mungkin pengusaha melakukan kegiatan tanpa mengharapkan adanya timbal balik materi.

Namun, bisa jadi yang dianggap irasional oleh orang yang berprinsip keuntungan adalah sesuatu yang rasional bagi orang-orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai etis dalam kehidupan. Pengusaha dengan sikap ikhlas ini bisa mengaplikasikan sikap adil dalam kegiatan berbisnisnya.

Dalam buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Senin (2/8/2021), salah satu contoh penggunaan sikap ikhlas dalam berbisnis adalah dalam menetapkan target perusahaan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

 Pengusaha harus mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki perusahaannya sebelum menentukan target. Jika pengusaha memaksakan kehendak, karyawannya akan mengalami tekanan yang berat dan akhirnya bekerja melebihi kemampuannya. Lalu ketika perusahaan mengalami kegagalan atau tidak mencapai target yang telah ditetapkan, yang terjadi adalah ketegangan di antara karyawan mengenai siapa yang seharusnya bertanggung jawab.

Namun bukan berarti pengusaha tidak boleh memasang target yang tinggi, tidak perlu bekerja terlalu keras dan bersabar dengan bersikap menerima apa adanya. Sikap ikhlas bukan berarti menerima tanpa berusaha atau dengan usaha seadanya.

Ikhlas adalah sikap penyadaran dan penyerahan diri setelah perjuangan yang maksimal. Ketika semua orang di perusahaan punya sikap ikhlas, ketika tidak mencapai target yang terjadi bukan ketegangan tapi sebuah bentuk penyerahan diri. Ikhlas akan melahirkan ketenangan jiwa dan kebahagiaan dalam bekerja.

Selain itu, membebankan pekerjaan yang berlebihan kepada bawahan sangat tidak diperkenankan untuk dilakukan. Apabila seseorang telah menerima tekanan yang berlebihan sehingga mengakibatkan dampak buruk padanya berarti dia telah diperlakukan secara tidak adil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya