Relawan Muhammadiyah Siapkan Ambulans dan Pemakaman Bagi Non Muslim Korban Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 614 2449484 relawan-muhammadiyah-siapkan-ambulans-dan-pemakaman-bagi-non-muslim-korban-covid-19-U1x5eIoBE5.jpg Tim relawan Muhammadiyah turut membantu menyiapkan ambulans dan pemulasaran jenazah korban Covid-19 dari kalangan Non Muslim

PERAN relawan Muhammadiyah turut membantu penanganan Covid-19 patut diapresiasi dan didukung. Salah satu upaya yang merela lakukan yakni penyediaan ambulans dan pemulasaran bagi warga korban Covid-19.

Penyediaan ambulans dan pemulasaran jenazah bukan hanya untuk golongan tertentu saja, namun relawan Muhammadiyah hadir membantu masyarakat tanpa pandang perbedaan suku, ras, agama dan kepercayaan.

Menurut pengakuan Tri Susanto, Koordinator Lapangan Pemakaman Covid-19 Magelang, perannya membantu masyarakat ini sangat membanggakan. Terlebih di Magelang sendiri ada beberapa daerah yang masih belum siap untuk pemakaman sesuai prosedur kesehatan.

Baca Juga: Apakah Hewan Akan Dihisab saat Hari Kiamat Seperti Manusia, Begini Penjelasannya

Meski begitu, itulah kesempatan bagi tim relawan Muhammadiyah berperan. Tidak hanya warga Muslim saja tetapi tim juga membantu warga non muslim juga. Seperti ketika mereka dihubungi bahwa ada salah satu jenazah yang membutuhkan pemakaman prokes, dengan menyiapkan ambulans dan tim mereka pun berangkat.

“Ada informasi dari TRC BPBD bahwa di salah satu kecamatan di Magelang membutuhkan tim pemulasaran dan pemakaman prokes. Di situ ada peluang bagi kami berperan sesuai prinsip kemanusiaan tidak memandang unsur sara,” tuturnya melansir laman Muhammadiyah pada Senin (2/8/2021). 

Baca Juga: Ghurur Penyakit Berbahaya, Terlalu Percaya Diri dengan Kemampuan yang Dimiliki

Tim relawan melakukan hal itu karena teringat hadis Rasulullah yakni sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk sesama.

Ia pun menceritakan pengalamannya menguburkan pasien covid non muslim. Ia membawa jenazah lalu saat pemulasaran peti jenazah di masukkan ke liang lahat, kemudian karena makam dibuat bertingkat atasnya ditutup dengan giring (cor) lalu baru di masukkan pasir untuk persiapan makam diatasnya. Sehingga dapat dikatakan satu makam tersebut digunakan oleh dua orang.

Sebenarnya di berbagai daerah hal ini juga banyak dilakukan mengingat lonjakan jenazah covid yang meningkat dan terbatasnya lahan pemakaman di daerah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pada proses pengawalan pasien dan jenazah, Tri menyatakan bahwa pihaknya tak mengalami kendala berarti. Justru mereka merasa sangat terbantu dengan adanya tim Muhammadiyah.

“Karena dari awal mereka sudah kita beri tau SOP dari tim kamboja dan keluarga juga masyarakat cukup kooperatif,” kata dia.

Keluarga non Muslim yang dibantu oleh tim kamboja juga mengucapkan terimakasih hingga berulang kali karena memang masih banyak warga yang belum berani untuk membantu pemulasaran dan pemakaman prokes.

Pengalaman Tri ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah hadir membantu masyarakat untuk menciptakan suasana damai dan menjadi negeri yang baldatun tayyibatun wa rabbun ghofur. Hal itu bisa tercipta dengan menebar kebaikan dan manfaat kepada sesama tidak terkecuali dengan warga non muslim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya