Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puasa Asyura Didahului Puasa Tasua 9 Muharram, Begini Penjelasannya

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Selasa, 03 Agustus 2021 |15:00 WIB
Puasa Asyura Didahului Puasa Tasua 9 Muharram, Begini Penjelasannya
Puasa Asyura didahului Puasa Tasua 9 Muharram. (Foto: Freepik)
A
A
A

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269)

Baca Juga: Manusia Paling Terhina di Hadapan Allah, Ini Ciri-Cirinya

Melansir laman Rumaysho pada Selasa (3/8/2021) disebukan kenapa sampai kaum Muslimin dilarang meniru-niru orang kafir? Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, 

أَنَّ الْمُشَابَهَةَ فِي الْأُمُورِ الظَّاهِرَةِ تُورِثُ تَنَاسُبًا وَتَشَابُهًا فِي الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَلِهَذَا نُهِينَا عَنْ مُشَابَهَةِ الْكُفَّارِ

“Keserupaan dalam perkara lahiriyah bisa berpengaruh pada keserupaan dalam akhlak dan amalan. Oleh karena itu, kita dilarang tasyabbuh dengan orang kafir” (Majmu’ Al Fatawa, 22: 154). 

(Vitrianda Hilba Siregar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement