KEUTAMAAN Al Ankabut ayat 45 menurut Quraish Shihab, ayat ini menunjukkan kepada umat Nabi Muhammad SAW bahwa sholat yang dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-nya akan senantiasa mencegah pelakunya yang istikamah melaksanakan dengan baik dari berbagai perbuatan dosa dan kemaksiatan, terutama dari keterjerumusan dalam kekejian dan kemungkaran.
Baca Juga: Ketua Umum MUI Ingatkan Para Mufti Dunia Terhadap Tanggung Jawab Sebagai Ulama
Hal ini disebabkan karena sholat substansi sholat adalah mengingat Allah. Siapa yang mengingat Allah, maka dia akan terjaga/terpelihara dari kedurhakaan, dosa, ketidakwajaran dan berbagai kelalaian lainnya sebagai seorang hamba. Aspek mengingat Allah ini, juga merupakan keutamaan shalat dibandingkan ibadah-ibadah lain (Tafsir Al-Misbah [10]:506).
Baca Juga: Alquran dan Sains Ungkap Kurma Bisa Tumbuh dalam 5 Fase
Al-Qurthubi menyebutkan, makna melaksanakan shalat pada ayat ini adalah menunaikan shalat dengan tepat waktu dan menyempurnakan semua rukun yang ada di dalamnya, tanpa terkecuali. Sedangkan maksud dari shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar adalah bahwasanya shalat 5 waktu dapat menggugurkan dosa yang dilakukan di antara 5 waktu shalat tersebut (Tafsir al-Qurthubi [13]: 347).
Sementara Surat Al Ankabut dalam Alquran berada dalam urutan ke-29 dan mempunyai 69 ayat. Surat Al Ankabut termasuk kategori Makkiyah.
Adapun isi Surat Al Ankabut ayat 45 :
اُتۡلُ مَاۤ اُوۡحِىَ اِلَيۡكَ مِنَ الۡكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ ؕ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنۡهٰى عَنِ الۡفَحۡشَآءِ وَالۡمُنۡكَرِؕ وَلَذِكۡرُ اللّٰهِ اَكۡبَرُ ؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُوۡنَ
"Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(Vitrianda Hilba Siregar)