Muhammadiyah Usulkan 3 Wilayah Tabligh Perlu Diperbaharui

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 330 2451457 muhammadiyah-usulkan-3-wilayah-tabligh-perlu-diperbaharui-stFubCICEt.jpg Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri) dan Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (kanan). (Foto: Okezone)

MUHAMMADIYAH menganalisa bahwa ada 3 wilayah tabligh yang perlu diperbaharui dalam lingkungan organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia tersebut. Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan, setelah 112 tahun perjalanan Muhammadiyah, perlu ada konsep tabligh diperbaharui. Adapun rinciannya yakni:

Pertama, tabligh dalam lisan seperti melalui ceramah, pengajian, khutbah, dan lain-lain. Haedar tidak ingin bila tabligh dengan lisan ini menyebarkan pernyataan yang justru membuat anti pati dan kegaduhan di hati masyarakat.

Baca Juga: Ketua Umum MUI Ingatkan Para Mufti Dunia Terhadap Tanggung Jawab Sebagai Ulama

Kedua, tabligh dalam tulisan seperti melalui media sosial, media massa, buku, dan lain-lain. Melansir laman Muhammadiyah pada Kamis (5/8/2021) Haedar mengungkapkan tabligh dalam wilayah ini harus dinarasikan dengan substansi dan cara pandang yang mendalam, luas, menarik, dan menggugah kesadaran.

Ketiga, tabligh dalam perbuatan nyata seperti gerakan menolong korban bencana. Haedar mengucap rasa syukur lantaran misi tabligh dalam wilayah ini sukses diperankan Muhammadiyah melalui sejumlah amal usaha. Keberadaan amal usaha ini sungguh dirasakan manfaat dan maslahatnya bagi masyarakat.

Selain keberadaan amal usaha, kata Haedar, tabligh pada wilayah ini harus ditunjukkan dengan uswah hasanah. Konsep moralitas seorang muballigh dalam pola interaksi dengan masyarakat harus mencerminkan kebaikan dalam kehidupan nyata. Haedar tidak ingin bila seorang muballigh justru menjadi teladan yang buruk bagi umat.

Baca Juga: Biaya Umrah Bisa Mencapai Rp60 Juta Akibat Pandemi Covid-19

“Pada saat yang sama, tabligh di wilayah ini harus ditunjukkan dengan uswah hasanah, sehingga dengan ini orang akan meilhat bukti nyata bahwa Islam itu agama yang luhur, baik, menanamkan kedamaian, toleransi, mengajarkan ihsan, dan segala kebaikan,” tutur Haedar pada Rabu (04/08).

Haedar kemudian mengutip Firman Allah Swt dalam Qs. An Nahl ayat 125 yang artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” Buya Hamka mengatakan, kutip Haedar, arti kata bil-Hikmah artinya dakwah dengan bijaksana, menyentuh akal budi dan hati manusia.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Kalau toh harus ada tabligh yang bersifat tegas, tetapi tidak menimbulkan luka hati, anti pati, dan tidak menimbulkan sikap-sikap yang menjauhkan Islam itu sendiri,” kata Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Jika para muballigh Muhammadiyah dan Muhammadiyah secara kelembagaan hanya mengandalkan dengan pola-pola lama, apalagi dengan materi yang dangkal dan pembawaan yang tidak menarik, tentu akan mengalamai kejumudan bahkan ketinggalan dengan yang lain.

“Ketika yang lain makin maju dan makin memperbaharui diri, maka bagi para muballigh Muhammadiyah jangan pernah berhenti belajar, jangan berhenti untuk muhasabah, jangan berhenti untuk terus memperbaharui cara bertabligh baik dalam lisan, tulisan, ataupun perbuatan,” pungkas Haedar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya