Sejarah Tahun Baru Islam, Berawal dari Penanggalan Surat

Ahmad Haidir, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 614 2451159 sejarah-tahun-baru-islam-berawal-dari-penanggalan-surat-YxiPaySarB.jpg Ilustrasi sejarah Tahun Baru Islam. (Foto: Hisalman/Pixabay)

SEJARAH Tahun Baru Islam harus diketahui setiap Muslim. Pasalnya, ada momen pergantian tahun dalam kalendar hijriah setiap tanggal 1 Muharam. Ini biasa diperingati sebagai Tahun Baru Islam. Adapun momen Tahun Baru Islam 1443 Hijriah kali ini akan jatuh pada tanggal 10 Agustus 2021.

Dalam momen Tahun Baru Islam, bisa diperingati dengan memanjatkan doa-doa kebaikan. Lalu ada baiknya kembali mengenali sejarah dari pembentukan tahun baru Islam serta sistem penanggalan kalendar hijriah itu sendiri.

Apakah Anda sudah mengetahui dan memahami sejarah Tahun baru Islam serta sistem penanggalan kalendar hijriah? Langsung saja simak ulasannya, sebagaimana telah MNC Portal rangkum berikut ini.

Baca juga: Apa Arti Tahun Baru Menurut Islam? 

Berawal "Protes" Penanggalan Surat

Tahukah Anda bahwasanya sistem penanggalan hijriah justru diawali sebuah "protes" terkait hal yang dinilai mendasar namun cukup penting dalam hal administrasi dokumen yakni penanggalan surat.

Kronologinya berawal ketika seorang gubernur bernama Abu Musa Al Asyari menuliskan surat balasan untuk Khalifah Umar bin Khatab Radhiyallahu anhu. Kepada pemimpin kedua dalam pemerintahan khilafiyah Islam tersebut, ia mengaku bingung perihal surat yang tidak memiliki tahun.

Adapun pada zaman dahulu, masyarakat Arab hanya mengenal tanggal dan bulan dalam sistem penanggalannya. Sementara untuk menyebut tahun, mereka cenderung membuat istilah tersendiri sesuai kejadian besar apa yang terjadi di tahun tersebut.

Semisal kelahiran Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah". Hal ini karena saat itu terjadi peristiwa besar di Kota Makkah yakni penyerangan Kakbah oleh pasukan gajah pimpinan Raja Abrahah. Peristiwa ini juga diceritakan dalam kitab suci Alquran Surah Al Fil.

Baca juga: 10 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam, Penuh Makna dan Doa Kebaikan 

Hal inilah yang menjadikan Umar bin Khatab berinisiatif memprakarsai pembentukan kalendar hijriah yang memiliki tahun untuk menghindari kerancuan yang berkelanjutan.

Umar kemudian memanggil sejumlah sahabat seperti Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu anhu, Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu, Zubair bin Awwam Radhiyallahu anhu, Sa’ad bin Waqqas Radhiyallahu anhu, hingga Thalhan bin Ubaidillah Radhiyallahu anhu untuk penyusunan kalender Islam.

Dalam perumusan tersebut, kemudian disepakati menggunakan sistem kalender yang ada (pra-Islam) untuk selanjutnya disempurnakan sesuai peristiwa penting yang terjadi dan terkait Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kala itu sempat terdapat perbedaan pendapat. Beberapa mengusulkan menggunakan milad Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Lalu ada yang mengusulkan dengan peristiwa Isra Mikraj kala Rasulullah menerima wahyu dan diangkat sebagai nabi.

Musyawarah mulai menemukan titik terangnya usai Ali bin Abi Thalib mengusulkan peristiwa hijrah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dari Makkah ke Yatsrib sebagai tonggak awal penanggalan kalendar Islam dibandingkan peristiwa lainnya. Hal ini karena hijrah dianggap sebagai momentum besar bagi Islam yang mana hijrah merupakan simbol perpindahan masa jahiliyah ke masyarakat madani.

Baca juga: Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H, Liburnya 11 Agustus 2021 M 

Selain itu, momentum hijrahnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tersebut juga dianggap sebagai permulaan dari adanya peradaban Islam itu sendiri. Hal ini berbeda dengan momentum penting lainnya yang dinilai lebih mengarah ke kultus individu dari sosok Nabi Muhammad.

Pendapat inilah yang kemudian disetujui oleh seluruh sahabat yang hadir dalam musyawarah tersebut. Maka dibuatlah kalender Islam dengan nama kalender hijriah yang juga mengadopsi dari kalimat "Hijrah" itu sendiri. Tanggal 1 hijriah kemudian ditetapkan dan dimulai terhitung sekira 17 tahun pascahijrah Nabi (638 masehi).

Sejarah 1 Muharram sebagai Tahun Baru Islam

Umat Islam mengenal 1 Muharam sebagai momentum Tahun Baru Islam. Lalu bagaimana sejarahnya?

Baca juga: Libur Tahun Baru Islam dan Maulid Nabi Digeser Waktunya, MUI: Sesuai Syariah 

Awal mula penamaan Muharam dengan maknanya didasari dengan kepercayaan jika bulan ini merupakan awal yang baru dalam setahun. Kata Muharam sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti "diharamkan" atau "dipantang dan dilarang".

Ini bermakna pelarangan untuk melakukan peperangan atau pertumpahan darah, yakni pada masa hijrah awal tahun merupakan masa peperangan. Hal ini berdampak baik di mana sejak penetapan Muharam sebagai awalan dari tahun baru Islam, bulan ini merupakan waktu yang sangat ditaati, membuat awal tahun di Arab kemudian tak pernah terjadi peperangan apa pun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya