Apakah Bisnis hanya Fokus Kejar Keuntungan Saja, Begini yang Diterapkan Nabi Muhammad SAW

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 330 2458478 apakah-bisnis-hanya-fokus-kejar-keuntungan-saja-begini-yang-diterapkan-nabi-muhammad-saw-Y2J4QbZRdu.jpg Nabi Muhammad SAW berbisnis tidak hanya mengejar keuntungan saja. (Foto: Freepik)e

APAKAH bisnis hanya fokus mengejar keuntungan saja? Bagi Nabi Muhammad SAW yang juga sebagai seorang pedagang, beliau tidak hanya mementingkan keuntungan semata saja. Lebih dari itu Nabi Muhammad SAW  dalam berbisnis lebih mengutamakan hubungan persaudaraan dan pertemanan.

Dalam berbisnis, pengusaha memang butuh strategi untuk menguasai pangsa pasar dari kompetitornya. Hal ini diperlukan agar produknya bisa laku di pasaran dan usahanya pun bisa semakin berkembang dan menghasilkan banyak keuntungan.

Pangsa pasar adalah persentase dari keseluruhan pasar yang dikuasai oleh satu atau lebih produk atau jasa tertentu yang dikeluarkan sebuah perusahaan dalam kategori yang sama. Untuk menguasai pangsa pasar, perusahaan memiliki strategi yang berbeda-beda dan menjalankan taktik marketing.

Baca Juga: Aa Gym: Tidur Usai Sholat Subuh Salah Satu Penghambat Rezeki

Salah satu konsep yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan diferensiasi. Diferensiasi adalah sebuah strategi agar produk menjadi berbeda dengan produk atau perusahaan lain. Esensi dari diferensiasi adalah agar produk lebih dikenal menjadi sebuah identitas diri.

Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Jumat (20/8/2021), konsep diferensiasi juga diterapkan Nabi Muhammad dalam kegiatan berdagangnya. Dengan kondisi geografis Semenanjung Arabia yang gersang dan panas, masyarakat Arab akhirnya banyak yang mencari peruntungan dari berdagang.

Baca Juga: Siapakah Pemenang Sesungguhnya di Kehidupan Ini?

Namun, sejak awal Nabi Muhammad telah menciptakan diferensiasi sehingga beliau dikenal bukan sebagai satu di antara banyak pengusaha, tapi sebagai satu-satunya pengusaha muda dengan hasil perdagangan yang luar biasa.

Beliau memiliki reputasi sebagai pengusaha yang membawa keuntungan yang berlipat ganda. Nabi Muhammad telah melakukan sebuah istilah yang baru diangkat pada tahun 2002 oleh Sam Hill dan Glenn Rifkin yaitu, Radical Marketing. Radikal bukan berarti negatif, tetapi dalam artian berbeda.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pemasaran radikal memiliki dua ciri utama. Pertama, pemasar radikal memiliki ikatan-ikatan yang intim dengan target market tertentu dengan tujuan menciptakan sebuah komunitas pelanggan dan mengetahui apa saja yang diinginkan konsumen. Nabi Muhammad sangat menganjurkan melakukan ikatan yang disebut dengan istilah silaturahmi, tidak hanya dalam lingkup bisnis tapi juga dalam hubungan persaudaraan dan pertemanan.

Kedua, pemasar radikal cenderung mengarahkan fokus pada pertumbuhan dan ekspansi daripada upaya mengambil keuntungan. Dalam berdagang, Nabi Muhammad tidak hanya fokus di kota Mekkah saja, tapi melakukan ekspor sampai ke negeri Syam seperti Palestina, Syria, Libanon dan Yordania.

Nabi Muhammad menganjurkan untuk selalu bermurah hati, menjauhi sumpah yang berlebihan untuk mempromosikan, tidak menyaingi harga jual orang lain (perang harga) dan tidak memotong jalur distribusi. Beliau tidak hanya memikirkan bagaimana caranya menaikkan omzet perdagangan untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya